Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di sela-sela KTT G7 di Évian-les-Bains, Prancis.
Trump menyatakan ketidakpuasannya atas agresivitas militer Israel di Lebanon yang terus berlanjut. Langkah tersebut dinilai mengancam stabilitas kesepakatan damai yang tengah dinegosiasikan Amerika Serikat dengan Iran.
Trump menegaskan bahwa ‘Israel’ sudah lama hancur jika dirinya tidak terlibat dalam berbagai keputusan strategis yang mendukung negara tersebut.
Trump menegaskan bahwa tanpa dukungan finansial, militer, dan politik dari Amerika Serikat, Israel tidak akan bisa bertahan.
“Tanpa Amerika Serikat tidak akan ada ‘Israel’. Tanpa saya, tidak akan ada ‘Israel’, karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang saya lakukan,” kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump di sela-sela KTT G7 di Prancis Selasa (16/6) lalu, menyebut Netanyahu “gila” dan menggunakan kata-kata kasar untuk menggambarkan penilaiannya yang buruk.
Trump secara terbuka mengkritik serangan Israel yang tampaknya tanpa pandang bulu terhadap Lebanon.
Trump menilai serangan udara Israel di Beirut “terlalu kejam” dan menimbulkan korban sipil yang terlalu banyak. Ia menyindir taktik IDF yang meruntuhkan seluruh gedung apartemen hanya untuk memburu satu target.
“Terlalu banyak orang yang terbunuh,” kata Trump. “Anda tidak perlu merobohkan gedung apartemen setiap kali Anda mencari seseorang, karena ada banyak orang di gedung-gedung apartemen itu, dan mereka tidak semuanya Hizbullah.”
Trump secara khusus mengkritik serangan Netanyahu yang membabibuta di Lebanon, di mana lebih dari 1 juta orang telah diusir dari rumah mereka dan lebih dari 3.500 orang tewas, yang menggagalkan pembicaraan dengan Iran di masa lalu.
Israel Tidak Dilibatkan Dalam Perundingan AS-Iran
Pemerintah Israel tidak diperlihatkan draf nota kesepahaman yang dirancang untuk mengakhiri perang dengan Iran, kata seorang pejabat pemerintah Israel kepada NBC News pada hari Rabu, tanda terbaru dari meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel.
Tak lama setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia telah memberikan salinan nota kesepahaman kepada Israel, sumber yang sama mengatakan bahwa Israel masih belum melihat draf tersebut. Sumber tersebut menolak berkomentar apakah diplomat Israel telah meminta teks tersebut dan ditolak.
Ketidakhadiran pemerintah Israel dalam negosiasi yang mengarah pada nota kesepahaman telah menjadi hambatan berbahaya bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menghadapi pemilihan umum yang menentukan kariernya sebelum akhir Oktober. Kerangka kesepakatan tersebut diberikan kepada NBC News oleh seorang pejabat senior AS pada hari Rabu.






