✍️Ustadz Muhammad Abduh Negara
Pernyataan tersebut (SS):
(1) Tidak mutlak seperti itu. Posisi rakyat dan penguasa itu faktanya saling memberikan pengaruh. Pada satu kondisi, kualitas rakyat akan mempengaruhi kualitas pemimpin. Pada kondisi lain, kualitas pemimpin mempengaruhi kualitas rakyatnya. Pada kondisi lain lagi, bisa jadi keadaannya berbeda.
(2) Pernyataan sangat bermasalah, jika (lagi-lagi) ditujukan untuk membungkam suara kritis dari rakyat. Nasihat sabar, nasihat memperbaiki kualitas pribadi, dll., kalau dilihat tanpa konteks, memang tidak ada masalah. Namun, orang berakal itu membaca dengan memahami konteks, dan di sini konteks dan tujuan ucapan terlihat jelas.
(3) Jika dipahami secara mutlak, bagaimana dengan para shahabat Nabi yang mulia radhiyallahu ‘anhum ajma’in dan para ulama tabi’in nan bertakwa, ketika dipimpin oleh penguasa bengis, Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi, saat menjadi gubernur di Madinah dan Irak? Apakah kualitas pemimpin mencerminkan kualitas rakyatnya?
Bagaimana dengan Imam Ahmad dan banyak sekali ulama ahlus sunnah di bawah kepemimpinan sultan yang memaksakan paham khalqul Qur’an-nya? Apakah kualitas pemimpin mencerminkan kualitas rakyatnya?
Bagaimana dengan para ulama dan santri di nusantara, di bawah kekuasaan penjajah Belanda dan Jepang dulu? Apakah kualitas penguasa mencerminkan kualitas rakyatnya?
(4) Tambahan lagi, salah satu ciri rakyat yang berkualitas adalah yang tidak diam dari kezaliman dan kemungkaran.







Dan komenan si ANONim (Akal Nol, Otak miNim) gerombolan BabRun TerMul dan TerWo Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI mencerminkan diri si ANONim yang selalu membela kezaliman junjungan yang juga sesembahannya!
percuma pak ustadz menasehati kadrun baik dg argumentasi sains logika bahkan dg dalil sekalipun kalo ga sesuai dg kebencian hati mereka gaakan mereka tanggapi hahahaha
bapak mau kami pergi kemana
Supir bis ugal² an trus penumpang negor apa sama dibilang benci sama supir.
jelas kalau memfitnah dan memprovokasi setiap hari itu motifnya hasad benci