AS-IRAN, SIAPA YANG MENANG?

✍️Ismail Amin

Iran berhasil memaksa Amerika agar dalam penghentian perang, Iran ikut dalam menentukan syaratnya, bukan dimonopoli AS dan Iran tidak berada dalam posisi sebagai pesakitan dan menyerah tanpa syarat … dengan ikut menentukan poin kesepakatan artinya ya Iran tidak kalah, tidak tunduk. Sampai detik ini pun Iran masih bisa meladeni AS jika AS kembali mau perang.

Tapi ada yang Ngotot bilang Iran kalah dan terpaksa menerima perdamaian… Padahal isi perdamaiannya adalah AS bertanggungjawab membayar ganti rugi, dan sudah disepakati ganti rugi itu senilai 5 ribu triliun rupiah dan dibayar bertahap…. Juga AS harus mencabut sanksi… Kalau Iran dalam posisi yang kalah, ngapain AS bayar ganti rugi dan malah mencabut sanksi? Biar hancurkan saja sekalian atau ganti rezimnya … Tapi kan nda? Kenapa? Ya karena AS nda bisa.. dan akhirnya menyerah dari misinya hendak mengembalikan Iran kembali ke zaman batu …. Mengganti rezim Iran saja gagal.

Sekarang negara-negara besar Eropa malah berlomba-lomba mencabut sanksi atas Iran.

Mengapa negara-negara besar Eropa berlomba-lomba mencabut sanksi atas Iran…? Ya karena tahu, berbisnis dengan Iran itu menguntungkan…. Selama puluhan tahun China dan Rusia yang mendapat keuntungan banyak…. Rusia di tengah perang dengan Ukraina bisa beli drone, rudal dan amunisi dengan harga murah dari Iran sementara Ukraina mendapatkan yang sama kualitasnya tapi dengan harga berkali-kali lipat lebih mahal dari AS ….. Tiongkok juga terus melesat maju menguasai pasar dunia karena digerakkan oleh minyak murah dari Iran… 80% kebutuhan minyak China disuplai dari Iran … Jadi pencabutan sanksi disambut efouria oleh Eropa…. Indonesia bagaimana? Entahlah….

ISRAEL YANG PALING KECEWA

Dengan AS memilih berdamai dengan Iran dan menuruti sejumlah tuntutan Iran yang paling kecewa adalah Israel. Dengan diembargo dan disanksi saja, Iran masih bisa memproduksi rudal-rudal balistik dalam jumlah yang tidak terbatas, apalagi jika sanksi dicabut. Tuntutan titipan Israel agar Iran menghentikan produksi rudal atau membatasi jarak jangkau rudalnya dan tidak lagi membiayai dan mendukung proksi di Yaman dan Lebanon, ditolak mentah-mentah Iran, dan Trump juga tidak ngotot menuntut itu, asal Iran sepakat tidak memproduksi senjata nuklir itu sudah cukup… Nah Israelnya yang malah ketar ketir, tetap tidak bisa tidur nyenyak meski gencatan senjata diberlakukan. Bagi Israel, Iran akan makin mengerikan di masa depan.

Satu-satunya yang menghibur Israel dan mereka anggap kemenangan, ya keberhasilan membunuh pimpinan kelompok perlawanan dan mengklaim sudah membuat kekuatan militer kelompok perlawanan itu lumpuh total. Tapi ya tetap saja itu kemenangan semu dan kesenangan sesaat. Selama akarnya belum dicabut, ya bakal tumbuh lagi nantinya. Kelompok perlawanan masih ada dan belum hancur. Akan tumbuh dengan lebih mengerikan lagi nantinya. Karena itu, menjadi dilema bagi Israel. Ikuti saja mau AS, berdamai dengan Iran dengan salah satu syaratnya, hentikan serangan disemua front, atau menolak hasil kesepakatan ini, dan tetap melancarkan serangan ke Lebanon dan Gaza untuk memastikan kelompok perlawanan benar-benar hancur…. Tapi itu sama saja menyulut perang lagi dengan Iran… Iran menilai jika Israel masih menyerang ke Gaza dan Beirut dan AS membiarkannya, itu sama saja dengan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata dan sah bagi Iran menyerang Israel… Dan jika terjadi kembali perang, AS sudah angkat tangan dan bilang, kali ini tidak akan membantu Israel…

Nah, menempatkan Israel berada dalam dilema besar, apakah itu bukan kemenangan bagi Iran dan kelompok perlawanan? Apakah itu tidak menjadi berita baik bagi Palestina? Mengapa anda masih konsisten nyinyir dan benci Iran? Dan menyebut Iran melupakan Palestina? Karena Iran Syiah? Lah Azerbaijan yang juga mayoritas Syiah tidak pernah anda benci dan musuhi? Kenapa? Ya karena Azerbaijan normalisasi dengan Israel dan tidak berbahaya bagi Israel. Jadi jujur saja, kebencian kalian itu pada apa yang membahayakan Israel.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar