Said Didu tanggapi Rismon: Jangan ada yang sedih. ‘Kepergiannya’ adalah proses pemurnian Perjuangan

Oleh: Muhammad Said Didu

Intan berkualitas tinggi diperoleh dari hasil asahan yang membuang batu dan intan yang jelek.

Yang dibuang pertama adalah bongkahan batu, dilanjutkan dengan membuang intan yang karatnya lebih rendah dan cacat. Intan yang tersisa, kadar atau karatnya sudah tinggi dan sama.

Untuk mendapatkan intan terbaik harus karat tertinggi, seragam, dan tidak ada cacat.

Dengan terpaksa, maka saat pemurnian terakhir maka intan kadar tinggi terpaksa harus dibuang/terbuang. Itulah cara mendapatkan intan murni, kadar tinggi, dan tidak ada cacat – inilah harga yang terbaik.

Begitulah gambaran “seleksi” perjuangan – termasuk para pejuang keaslian ijazah Jokowi.

Jangan ada yang sedih. “Kepergian” beberapa teman seperjuangan adalah proses pencarian peningkatan pemurnian perjuangan – sejarah akan mencatat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. Dari awal Rismon muncul terlalu melebar dan koar² di media berani secara terbuka menantang petinggi² Polri, harusnya dia seperti Roy dan Tifa fokus aja di kasus ijazah Jokowi+Gibran, walaupun penelitian Rismon itu benar tapi jangan sok berani menggertak cari banyak musuh, malah akhirnya si Rismon sekarang kicep, aduh malunya jejak digital bertebaran.

  2. Hahaha ! Rismon si Peler ! Masa penelitian dia berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun menyatakan ijazah Si Kurap palsu kalah sama penelitiannya sendiri yg baru sehari dua hari. Ga masuk akal, kecuali duit bicara. Atau ijazah si Rismon memang palsu juga.