Baru semalam saya nonton podcast Deddy Corbuzier dan Ruben Onsu.
Jujuly…
Saya cuma kuat nonton sekitar 20 menit, karena ga tahan sama kalimat yang berulang-ulang disebut Ruben,
“Gue sudah biasa tidak didengar, sudah biasa tidak dilihat sejak kecil. Sudah biasa memendam masalah dan menyelesaikannya sendiri.
Dulu, ada teman makan enak di depan gue. Berharap banget di cicipi, atau dikasih sedikit. Tapi sampai akhir, dia ga nawari gue. Sampai dia jilat2 tangannya saking enaknya.
Akhirnya terbawa sampai sekarang, gue merasa wajib untuk membahagiakan semua orang yg gue kenal. Supaya ga merasakan kepahitan yang sama seperti yang gue alami dulu.”
😭😭😭
Perkataan itu terdengar sangat menyakitkan, karena baru kemarin nonton cuplikan wawancara Kabar-Kabari dia pas zaman masih susah, ngekos di kamar sempit, sampai akhirnya bisa beli rumah pertamanya.
Di wawancara itu dia bilang,
“Dulu gue dijauhi sama keluarga besar karena miskin. Ga punya apa-apa. Sekarang bisa begini, akhirnya bisa ngangkat derajat keluarga.”
Sekarang…
Dia dijauhi keluarga (lagi), setelah memutuskan jadi mualaf. Termasuk anak-anak yang sangat dia perjuangkan.
Every dots is connecting
Wawancara dia dulu, dan kejadian sekarang
Kenapa dia bisa sampai segitunya mengusahakan semua kemewahan buat keluarga, bahkan ketika sudah berpisah, dia memastikan keluarganya tetap bisa hidup mapan.
Itu karena rasa trauma dibuang karena miskin.
Adik yang dia ajak bikin usaha, bantu dinaikkan namanya dan taraf hidupnya, sekarang juga ikut memusuhi.
Setelah semua yang dia lakukan untuk keluarga, now he’s alone
Dihujat sana sini, padahal dia cuma memperjuangkan hak dia bareng anak yang diambil.
Dia sudah se-mengalah itu selama ini, tapi yang dilihat orang cuma saat dia egois.
Imagine how hard being him..
~al fatin~
[VIDEO]






