Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ulama dan pimpinan organisasi (ormas) Islam dalam acara berbuka puasa bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Pertemuan tertutup itu berlangsung selama tiga jam.
Menteri ATR/BPN sekaligus tokoh NU, Nusron Wahid, menyebut sebanyak 158 pimpinan ormas Islam memenuhi undangan acara. Mereka mewakili 86 ormas Islam.
“Dengan 158 pimpinan ormas Islam se-Indonesia, ada 86 pimpinan ormas. Kemudian ditambah dengan tokoh-tokoh Islam, sama tokoh-tokoh pimpinan pondok pesantren,” kata Nusron.
Nusron mengungkapkan Habib Rizieq Shihab juga turut diundang dalam silaturahmi bersama Prabowo. Namun Habib Rizieq disebut berhalangan hadir dan diwakili.
“Termasuk kita undang sebetulnya Habib Rizieq Shihab. Tapi beliau tidak hadir, mewakilkan kepada dua menantunya, yaitu Habib Hanif Al-Attas sama Habib Muhammad Al-Attas. Menantunya beliau,” ujar Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor periode 2010-2015 itu.

Nusron menyebut kelompok ulama dan pimpinan ormas Islam bersepakat untuk memahami sikap yang diambil Prabowo dalam menghadapi dinamika global. Mereka diharapkan berada dalam satu barisan yang sama dengan pemerintah.
“Dari pertemuan tadi, para ulama, para pimpinan ormas Islam bersepakat untuk menjalin komunikasi yang intensif, serta memahami sikap-sikap yang diambil oleh pemerintah Indonesia, oleh Bapak Presiden. Dan kemudian mengambil satu kesimpulan, berharap kepada pimpinan ormas, tokoh-tokoh Islam ini bersama dengan Bapak Presiden dalam satu barisan,” katanya.
Dalam acara, hadir Ketua MPR Ahmad Muzani, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PM Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Hadir tokoh-tokoh ulama, antara lain Ketum MUI Anwar Iskandar, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang Kikin Abdul Hakim, Pimpinan Ponpes Modern Gontor Hasan Abdullah Sahal dan Pimpinan Ponpes Lirboyo Kafabihi Ali Mahrus.
Sumber: Detik







IB HRS dan UAS udah menyadari gelagat tak beres ‘YAHUDI PESEK’ makanya tak datang. KAMI BUKAN ANTEK-ANTEK ASING !! SORRY YEE.. SORRY YEE..
IB HRS dan UAS udah menyadari gelagat tak beres agenda ‘Y4HUDI PES3K’, makanya memilih absen. KAMI INI BUKAN ANTEK-ANTEK AS1NG, SORRY YEE SORRY YEE
owalah, ternyata para ulama diundang cuma utk disuruh memaklumi sikap pemerintah mengenai isu global teraktual
pesimis saya masukan ulama didenger…
( tipikal budeg gitu)
Kok gk ada yg berani nyaranin spy KELUAR dari BoP?
kebalik…harusnya presiden yang mendatangi ulama….bukan ubaru….banyak gak masalah, keluar negeri jauh dan mahal dijabanin apalagi cuma didalam negeri