MBG: Mas Botak Gagal

✍🏻Joko Intarto

Akhirnya Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Begitu pun dua wakilnya. Yang berpangkat jenderal itu.

Kabar pencopotan Dadang saya baca di media online, beberapa menit yang lalu. Mengejutkan, sekaligus menggembirakan.

Saya memang tidur gasik malam ini, sehingga tidak tahu berita Dadang dicopot. Sesore tadi saya menghabiskan waktu untuk menonton siaran langsung kejuaraan bulutangkis Polytron Indonesia Open. Pukul 20:00 saya sudah terlelap.

Pukul 23:00 saya terbangun. Video wayang kulit yang tayang di YouTube sedang memasuki segmen “Gara-Gara” yang sedang lucu-lucunya.

Segmen “Gara-Gara” adalah segmen selingan yang menampilkan para punakawan. Biasanya mereka berdialog tentang peristiwa aktual dalam bahasa humor yang menghibur.

Tak jarang Petruk dan Bagong ngobrol tentang nasib seorang pejabat yang dihujat publik setelah kehilangan jabatan secara mendadak. “Makanya kalau sedang menjabat jangan ‘semangkean’ menindas rakyat. Sebab jabatan itu hanya sementara. Setelah tidak menjabat semua akan menjadi rakyat biasa,” kata Petruk.

Eh, tidak dinyana-nyana, di Facebook, muncullah berita pencopotan Dadan dan dua wakilnya di BGN.

Petruk dan Bagong benar. Di berbagai platform, komentar masyarakat mayoritas mendukung pencopotan Dadan. Saya salah satunya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar