Kalo saya Presiden

Kalo saya Presiden, saya Lebih Baik Bangun Pabrik sebanyak banyaknya.. Sampe tidak ada Yang namanya Pengangguran yang jumlahnya sampe Jutaan. Duit anggaran MBG Triliunan, Kalo Di Bangun Pabrik Bisa Dapet Ratusan Pabrik, hasilnya baru buat dibagikan ke Rakyat.. Anak Sekolah kasih aja Bantuan perlengkapan sekolah dan Jaminan Kesehatan Gratis..

✍️ Adit Prayoga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 komentar

  1. Kalau seperti itu pola kerja presiden, lalu siapa yang akan memberi makan buzzer, baik yang amatiran maupun yang BuzzeRp profesional⁉️ Mereka ini kan jenis makhluk TAK punya malu, tak punya hati, tak punya AKAL. Mereka jenis makhluk yg malas kerja berkeringat tapi maunya dapat uang instant tanpa keringat.
    Lihat tuh komentar buzzer amatiran si SUPER DUPER GUOBLOK Aris Wijayantolol/af/ANONim (Akal Nol, Otak miNim). Membuktikan kalau Gerombolan TerMul dan TerWo riil tak berkualitas‼️🤣😝😂😜

    1. Woiiii ANONim (Akal Nol, Otak miNim) BabRun, kau kan penyembah Jokodok plonga plongo raja ngibul Mulyono juga kan⁉️ Artinya kau pendukung Komunis asli‼️😜😂😝🤣

  2. TERLALU PARAH!! INVESTOR UEA, PRANCIS & SWISS GERAM, RI KEHILANGAN 800 T?

    Benarkah Indonesia sedang kehilangan peluang investasi hingga ratusan triliun rupiah? Dalam video ini kita akan membahas mengapa sejumlah investor asing mulai menyuarakan kekhawatiran terhadap iklim investasi di Indonesia. Negara-negara besar seperti Uni Emirat Arab, Prancis, dan Swiss disebut mulai lantang menyampaikan kepentingan para pengusaha di negaranya terkait berbagai tantangan investasi di Indonesia, mulai dari lambatnya birokrasi, ketidakpastian regulasi, hingga hambatan yang dinilai memperlambat realisasi proyek besar. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar, apakah Indonesia sedang menghadapi krisis kepercayaan investor asing?

    Di tengah ambisi besar Indonesia untuk menarik modal asing dan mempercepat pembangunan ekonomi, muncul berbagai kritik mengenai lambatnya proses perizinan, tumpang tindih kebijakan, serta tantangan dalam menciptakan lingkungan investasi yang lebih kompetitif dibanding negara lain di kawasan. Sejumlah analisis bahkan memperkirakan potensi peluang ekonomi yang tertahan atau hilang dapat mencapai ratusan triliun rupiah jika reformasi birokrasi dan kepastian hukum tidak berjalan lebih cepat. Apakah angka 800 triliun benar-benar realistis, atau hanya bentuk peringatan keras terhadap risiko ekonomi yang lebih besar di masa depan?

    https://www.facebook.com/reel/4414623882140449

    Kelakuan warga konoha, investasi mau masuk malah dipalak oknum pejabat, ormas, LSM

  3. kan targetnya bagaimana caranya buat rakyat indonesia tetap bodoh..ya dikasih makan , kenyang , tidur ..dan malas mikir. ntar pilpres tinggal dikasih bansos..dan janji2 yg indah2…menang dehh…