Oleh: Syarifuddin AM
Ketika dolar naik dari Rp15.000 menjadi Rp18.000, lalu ada yang berkata.
“Allah menjamin rezekimu saat dollar 15ribu, juga menjamin rizkimu saat dollar 18ribu.”
Kalimat yang terdengar religius, tetapi sebenarnya merupakan bentuk toxic positivity.
Mengapa?
Karena akal dipaksa menerima bahwa tidak ada masalah, padahal mata melihat ada perubahan, data menunjukkan ada dampak, dan kehidupan nyata merasakannya.
Keimanan tidak mengharuskan kita menyangkal kenyataan. Kalau harga barang naik, akui naik. Kalau daya beli turun, akui turun. Kalau keadaan ekonomi memburuk, akui memburuk. Setelah itu, bersabar, berikhtiar, dan bertawakal kepada Allah. Itulah urutan yang benar.
Masalahnya, toxic positivity membalik urutan tersebut. Ia menyuruh orang bertawakal sebelum mengakui kenyataan. Akibatnya, bukan hati yang tenang, tetapi akal yang dipaksa diam.
Padahal iman dan akal bukan lawan.
Sangat bahaya sekali pemikiran ini, kalau saja mereka hidup di zaman penjajahan. Orang-orang kayak gini yang menghambat kemerdekaan.
Harusnya, akal tugasnya membaca realitas, sedangkan iman tugasnya menyikapi realitas.
Akal berkata:
“Dolar naik dan ada dampaknya.
Iman berkata:
“Saya tidak panik, karena rezeki tetap di tangan Allah.”
Keduanya berjalan bersama.
Jadi sikap yang benar bukan:
“Dolar Rp15.000 dan Rp18.000 seme seje.”
Harusnya:
“Dolar memang naik dan dampaknya nyata. Namun saya tidak putus asa, karena rezeki tetap di tangan Allah.”
Itu baru dikatakan letak tawakal, bukan menolak kenyataan, tetapi menghadapi kenyataan dengan hati yang tetap bersandar kepada Allah.
(*)







meanwhile, af lagi ngubek-ubek google nyari dalil buat menyangkal. kalau ga ketemu ya balik ke SOP: kadrun, yemn, siah, anis
🤣🤣🤣
kalo hidup di jaman penjajahan orang
– orang koplak ini akan twit: negrimu dijajah atau merdeka rezeki mu sdh dijamin😂😂😂
susah pak ustadz utk nasehati org yg selalu merasa paling sok islami sendirian
Pastinya dia masih diberi hidup enak belum pernah sekalipun ngalamin kesusahan seperti kondisi masyarakat lainnya yg belum beruntung, lihat saja nanti roda hidup berputar suatu saat dia berada di bawah apa masih berprinsip seperti itu.
usaha cari rizqinya yg ga disebutin.. emank tetiba muncul gitu aj depan mata “skarung emas”..
☝🏻👇
& dikira usaha cari rizqi makin kmari makin mudah.. kan pmikiran ga lengkap ini.. masi sparo2.. kocak2..
😵💫😵