“Ibu, izinkan aku jadi koruptor”

Ini adalah tulisan sarkas Tere Liye di koran KOMPAS yang terbit hari ini, Minggu, 9 Agustus 2026.

Tulisan sarkas adalah bentuk majas sarkasme yang menggunakan kata-kata tajam, pedas, berlawanan dengan makna sebenarnya untuk menyindir, mengejek, atau mengkritik seseorang, suatu keadaan, maupun perilaku.

Sarkas digunakan untuk memberikan efek ejekan yang menusuk.

Bahkan sejujurnya, jika anak-anak kalian bilang, “Ibu, izinkan aku jadi koruptor!” Maka jawaban terbaiknya, izinkan saja. Kok bisa? Mari berhitung cepat.

Anak ibu korupsi Rp 20 miliar (misal). Percayalah, paling mentok divonis 5 tahun. Potong remisi, 3 tahun keluar, hidupnya kembali terhormat. Bisa jadi politisi, komisaris BUMN, apa pun yang dia inginkan. Tiga tahun masuk penjara, pendapatan Rp 20 miliar, apa risikonya? Bahkan jika disita Rp 10 miliar, masih sisa banyak. Daripada jadi jurnalis, 20 tahun bekerja dengan segala risiko, belum tentu bisa mengumpulkan uang Rp 1 miliar. Tenang saja, itu pun kalau ketahuan korupsinya loh, bu.

(Tere Liye, koran KOMPAS 9/8/2026)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 komentar

  1. dan lagi kalo ketahuan korupsi paling ntar lari-larian dikejar mbah bowo sampai antartika. kapan lagi kalian liat presiden lari² ngejar koruptor meskipun sampai skrg belum dilaksanakan jua

    1. jangankan korupsi uang rakyat, nipu orang aja kalo udah M-M an masih pada bisa senyum bahagia kala di tangkap .. tapi kalo maling ayam atau juta-juta malah babak belur dihajar massa

  2. Enaknya jadi koruptor cita2 yg diidamkan keturunan babi hukuman ringan begitu keluar sel pantatnya buat rebutan penjilat seperti af aris preman tarkam

  3. nggdbrus, mana ada koran kompas terbit hari Minggu, drunnn drunnn tulisan gituan dipercaya 😂😆😂😆😂😆

      1. kalau dia pintar tanpa perlu dijelasin pun udah paham. tampilan screenshotnya udah keliatan itu versi daring. sekali lagi kalau dia pintar. tp ya maklum namanya buzzer…

      2. ya harusnya dijelasin dong kalo itu koran online yg derajatnya lebih rendah daripada koran cetak ngoahahahaa

        1. tolol banget, darimana bisa koran cetak lebih tinggi derajatnya dari koran online??
          lah koran cetak aja udah ga laku, orang-orang baca berita kebanyakan online.
          goblok banget yak si enjot wkwkwkwk

          1. lu miskin tolol taunya internetan doang makanya gak tau ttg media massa ngoahahahhahaah makanya gampang kenak kibul jadi kadrun dibodoh2in terus 😆😂😆😂😆😂😆😂😆😂