Nggak ngotak
Meskipun kontroversial, saya bisa memahami anggaran coretax (aplikasi pajak) yang triliunan. Karena memang tiap hari jutaan faktur pajak harus diproses. Belum lagi ambisi serius agar semua transaksi-transaksi perbankan, marketplace, dll ujung ke ujung langsung masuk ke SPT pribadi.
Itu memang pekerjaan berat dan massif sekali.
Tapi BGN? Aduh, mereka mau bikin Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional, dengan anggaran 1,2 triliun? Duh, nggak ngotak. Bahkan kalaupun itu termasuk beli server, laptop, dll dsbgnya.
Apa sih kebutuhan sistem informasi dapur-dapur ini?
Sulit sekali memahami BGN ini. Mereka bahkan membeli tablet, gagdet dengan harga 17 juta hanya untuk SPPI (sarjana penggerak pembangunan Indonesia), yang besok-besok cuma buka excel, word, dkk.
Dan BGN ini kebal sekali. Mau jungkir balik orang-orang mengkritisi, mereka tetap hajar blas, beliii! Entah apakah ada kajian kebutuhannya, prosedur pengadaan, bodo amat. Pastikan saja Prabowo itu menang 2029, karena kalau dia kalah, wah wah, kalian potensial masuk penjara. Karena kasus-kasus lain, hanya gara-gara uang 2 juta saja bisa diseret ke pengadilan.
Pun 2034, pastikan lagi-lagi Presiden masih dari kelompok kalian. Karena kalau yang terpilih ternyata beda, dan dia berani, itu Whoosh, IKN, Kartu Pra Kerja, mudah saja nyari pasal-pasal untuk dibawa ke pengadilan.
(Tere Liye)







KPK bergeraklah