Rismon Tak Layak Tampil di TV jadi Narsum, Sebelum Buktikan Ijazah S2 dan S3 nya ASLI BUKAN PALSU

Oleh: ERIZAL

Kalau banyak yang muak dan jijik melihat Rismon tampil di INewsTV program Rakyat Bersuara yang dipandu oleh Aiman Witjaksono semalam, maka saya salah satunya.

Bukan karena saya yakin ijazah Jokowi asli atau palsu, melainkan karena Rismon inilah sebetulnya sebab sekaligus akibat dari kegaduhan terkait kasus ijazah Jokowi ini.

Dan kegaduhan ini tak berhenti sampai saat ini, bahkan cenderung semakin meluas dan liar, juga karena Rismon. Saya termasuk orang yang ingin kebenaran dalam kasus ini segera terungkap.

Seharusnya, iNewsTV melalui program Rakyat Bersuara atau Aiman Witjaksono, tak lagi mengundang Rismon, demi menjaga etika publik yang lurus dan tak mudah dibengkokkan, karena kepentingan seperti yang dilakukan Rismon.

Cerita penelitian, digital forensik, kajian ilmiah, seperti yang sering digembar-gemborkan Rismon dulu dan kini, sudah kedaluwarsa. Kecuali, ia bisa membuktikan bahwa ijazah S2 dan S3 dirinya memang asli.

Jadi, seharusnya, sebelum INewsTV atau Aiman Witjaksono mengundang untuk membuktikan bahwa ijazah Jokowi asli, setelah sebelumnya dikatakan palsu, bahkan hingga 11 triliun persen.

Seharusnya Rismon terlebih dahulu harus ditagih untuk membuktikan bahwa ijazah S2 dan S3 dirinya di Yamaguchi, Jepang, termasuk dugaan surat kematian yang dibuat oleh istrinya itu, adalah asli atau malah palsu seperti yang pernah dicontohkan Arsul Sani.

Rismon kurang pantas membuka apa-apa yang dialaminya dulu saat mengatakan ijazah Jokowi palsu, karena tak mudah juga dibuktikan, apalagi berteriak kepada mantan pengacaranya, “siapa Anda?” tanpa merasa malu.

Padahal, pengacaranya itulah yang dulu sudah pasang badan terhadap dirinya dan dia tak pernah pula mengeluarkan uang satu rupiah pun untuk membayar jasa pengacaranya itu. Tragis sekali sikap Rismon ini.

Sebetulnya, apa pun yang dikatakan Rismon terkait keaslian ijazah Jokowi dan seputar itu, tak ada lagi nilainya, sebelum ia sendiri membuktikan keaslian ijazahnya sendiri.

Bahkan, apa yang dikatakan Rismon, atau pihak yang mengatasnamakan dirinya berpotensi membuat kasus ijazah Jokowi ini semakin meluas dan liar.

Suka atau tidak suka, keterlibatan Jusuf Kalla dalam kasus ijazah Jokowi ini sedikit banyaknya adalah karena kontribusi Rismon.

Rismon tidak seharusnya diberikan lagi panggung yang luas, karena ia sebetulnya bisa dikatakan sudah terbuang sepanjang “adat” atau “tradisi” ketimuran. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar