Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim bahwa pesawat pengintai milik Amerika Serikat jenis E-3 Sentry berhasil dihancurkan oleh drone Shahed-136 yang harganya hanya sekitar 20.000 dolar AS.
Dalam pernyataan resminya, bagian hubungan masyarakat IRGC menyebutkan bahwa pesawat tersebut, yang dikenal sebagai sistem peringatan dini udara atau AWACS (Airborne Early Warning and Control System), sedang berusaha menghindari serangan udara Iran ketika akhirnya menjadi target dan berhasil dihantam drone tersebut.
Pesawat pengintai milik AS itu dihancurkan dalam serangan gabungan rudal dan drone yang menyasar Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi pada Jumat. Serangan tersebut juga dilaporkan menyebabkan sedikitnya 10 tentara Amerika mengalami luka-luka.
Rekaman yang beredar menunjukkan puing-puing pesawat E-3 Sentry mengalami kerusakan parah di bagian ekor, tepat di area sensitif tempat radar pengintai canggih AN/APY-2 dipasang.
IRGC juga menyebut bahwa sejumlah pesawat lain yang berada di sekitar lokasi turut mengalami kerusakan cukup serius akibat serangan tersebut.
Pesawat E-3 Sentry itu sebelumnya ditempatkan di pangkalan Prince Sultan setelah dikirim dari Tinker Air Force Base di Oklahoma City.
Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, sistem pertahanan udara Iran diklaim telah berhasil mencegat dan menghancurkan sedikitnya 140 drone milik Israel dan Amerika Serikat, serta beberapa jet tempur di wilayah udara Iran maupun kawasan sekitarnya.
IRGC juga menyatakan telah melancarkan 86 gelombang serangan balasan terhadap target-target milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan, sebagai bagian dari operasi yang mereka sebut “True Promise 4”.







drone shahed murah ini sebenarnya bukan drone tapi lebih ke macam rudal/missile ☫ iran varian yang lain 😂 🤣