BREAKING NEWS: Senator AS Pendukung Garis Keras Israel Tewas

Senator Amerika Serikat Lindsey Graham mati mendadak, dia pendukung garis keras Israel…

Senator senior Amerika Serikat (AS), Lindsey Graham, meninggal dunia pada usia 71 tahun pada Sabtu malam, 11 Juli 2026, setelah mengalami sakit singkat yang datang secara mendadak. Pengumuman meninggalnya legislator asal South Carolina dari Partai Republik ini disampaikan oleh kantor resminya pada Minggu pagi, 12 Juli 2026.

Kepergian Graham mengejutkan panggung politik Washington karena ia baru saja menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Ukraina dua hari sebelum mati. Sepanjang kariernya, ia dikenal luas sebagai elang kebijakan luar negeri (foreign policy hawk) yang sangat vokal, sekutu dekat Donald Trump, serta salah satu pembela dan pendukung paling gigih bagi Israel di Kongres AS.

Profil Singkat Lindsey Graham

  • Nama Lengkap: Lindsey Olin Graham
  • Tempat & Tanggal Lahir: Central, South Carolina, 9 Juli 1955
  • Tanggal Wafat: 11 Juli 2026 (Usia 71 tahun)
  • Afiliasi Politik: Partai Republik
  • Pendidikan: Sarjana dan Doktoral Hukum dari University of South Carolina
  • Karier Militer: Bertugas di Angkatan Udara AS (US Air Force) sebagai jaksa militer (JAG), lalu melanjutkan di Angkatan Udara Cadangan hingga pensiun dengan pangkat Kolonel pada 2015.

Jejak Karier Politik

Membangun reputasi politiknya selama lebih dari tiga dekade di Capitol Hill, Graham tercatat memegang beberapa posisi penting:

  • Dewan Perwakilan Rakyat AS (1995–2003): Mewakili distrik kongres ke-3 South Carolina.
  • Senat Amerika Serikat (2003–2026): Terpilih pertama kali pada 2002 menggantikan Strom Thurmond dan terus terpilih kembali hingga masa jabatan keempatnya. Sebelum wafat, ia tengah berkampanye untuk masa jabatan kelimanya.
  • Jabatan Komite Strategis: Pernah memimpin Komite Kehakiman Senat (2019–2021) dan terakhir menjabat sebagai Ketua Komite Anggaran Senat AS.

Jejak Rekam Utama dan Kedekatan dengan Israel

1. Pendukung Garis Keras Israel dan Penentang Iran

Graham mendedikasikan sebagian besar pengaruh legislatifnya untuk memperkuat aliansi AS-Israel. Pasca-kematiannya, para pemimpin top Israel seperti Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Presiden Isaac Herzog, dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menyampaikan belasungkawa mendalam dan menyebutnya sebagai “salah satu sahabat terbaik yang pernah dimiliki Israel”.

  • Kebijakan Anti-Iran: Graham secara konsisten mendorong isolasi total dan aksi militer terhadap program nuklir Iran guna melindungi keamanan wilayah Israel.
  • Tekanan Diplomatik Timur Tengah: Ia mengancam negara-negara seperti Arab Saudi dengan konsekuensi berat jika menolak menormalisasi hubungan dengan Israel melalui Abraham Accords.

2. Transformasi Hubungan dengan Donald Trump

Pada Pemilu Presiden 2016, Graham adalah salah satu kritikus Republik yang paling tajam terhadap Donald Trump dan menyebutnya “tidak layak menjabat”. Namun, hubungan mereka berbalik 180 derajat. Graham bertransformasi menjadi salah satu sekutu paling setia, penasihat utama kebijakan luar negeri, serta teman bermain golf reguler bagi Presiden Trump.

3. Anggota Blok “Three Amigos” dan Dukungan Ukraina

Di bidang luar negeri, ia melengkapi trio senator pragmatis-intervensionis yang dikenal sebagai “Three Amigos” bersama mendiang Senator John McCain dan Senator Joe Lieberman. Bersama-sama, mereka berkeliling dunia mempromosikan kekuatan militer AS. Di akhir hidupnya, ia juga menjadi pembela utama pengiriman bantuan militer besar-besaran bagi Ukraina untuk melawan Rusia.

Kematian mendadak Lindsey Graham meninggalkan kursi kosong di Senat AS, memaksa negara bagian South Carolina untuk mempersiapkan pemilihan khusus guna mengisi sisa masa jabatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. wkwkwkwk…terbukti kan kau sdh dalam kubur mendapatkan siksa⁉️ Tunggu waktu lagi kau sudah dapat kaplingan di neraka bersama gerombolan mu‼️🤣😅😝😂