
Boikot, Pasar, dan Kesempatan yang Tak Terbaca Pemerintah
Pernyataan Menag Nasaruddin Umar yang melihat boikot hanya dari sisi PHK sebenarnya terlalu sempit jika dijadikan gambaran keseluruhan ekonomi.
Dalam kacamata mikro, memang benar, ketika satu merek diboikot, penjualan turun dan sebagian pekerja bisa terdampak PHK. Tapi dalam ekonomi pasar, permintaan konsumen tidak pernah benar2 hilang, konsumen hanya berpindah.
Yang menyebabkan PHK massal itu bukan aksi boikot, tapi kegagalan pemerintah dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.
Kalau soal boikot, ketika satu produk ditinggalkan, produk lain justru muncul dan berkembang sebagai mekanisme substitusi pasar.
Fakta di lapangan juga menunjukkan hal itu. Dalam beberapa waktu terakhir justru bermunculan gerai ayam goreng lokal yang tampil dengan konsep dan skala yang gak kalah dari brand internasional. Di sektor minuman kopi, kedai2 coffee shop lokal juga semakin menjamur dan mulai merebut konsumen kopi yang terafiliasi Israel. Pertumbuhan produk lokal ini kan tentunya menambah pajak bagi negara juga menambah lapangan pekerjaan.
Ketika boikot mendorong konsumen beralih, pasar sebenarnya sedang membuka ruang bagi pelaku usaha dalam negeri untuk naik kelas.
Pertanyaannya, ini momentum bagi anak negeri untuk tumbuh, kenapa pemerintah justru lebih sibuk mengkhawatirkan nasib brand asing, ketimbang mendorong agar peluang pasar itu benar-benar dimanfaatkan oleh produk lokal?
(Kang Irvan Noviandana)













kemaren naik numpang pesawat jet ,
diluar negeri pejabat kyk elu udah mundur..
#menag ga jelas
juru bicara negara haram nambah satu lagi kayaknya
sogokan nya gede sampai keenakan anusnya
akibat masuk BOP epstein geng jadi terjajah
MENTAL CUAN, apa tidak jera, udah berapa orang ex MENAG yg masuk penjara ?!?
Jujur saja berkaca dari IRAN yg maju pesat meski di boikot, konoha masih ketinggalan 200 tahun (Peduli mau Syiah kek, Suni kek, Suwir ayam kek)
Menteri prabowo 70 persen pekok ini salh satunya
Naga-naganya masih ada aroma Isriwil dan perbacotannya
Inilah kalo gak paham bicara diluar pengetahuannya…padahal hadist sudah mengatakan kerusakan akan terjadi apabila dikerjakan bukan sama ahlinya……