Dari 335 turun menjadi 268… 2027 turun lagi menjadi 174… Bisa dibayangkan bagaimana pelaksana di lapangan berhitung balik modalnya…
Proyek/program tanpa kajian akademisi resiko tinggi GAGAL…!!!
Anggaran MBG Tahun Depan Turun Jadi Rp174 Triliun
Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah memastikan anggaran untuk program makan bergizi gratis (MBG) turun dari Rp268 triliun menjadi sekitar Rp174 triliun pada tahun depan 2027.
Said mengatakan penurunan itu disesuaikan dengan jumlah titik satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG) dan total siswa penerima manfaat.
“Sehingga hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan, ada anggaran kesehatan yang masuk seperti umpamanya stunting, ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp174 triliun,” kata Said di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (6/7/2026).
“Kalau dari Rp268 triliun ke Rp174 triliun ya tinggilah,” imbuh dia.
Pemerintah sebelumnya telah memangkas pagu program MBG pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2026 dari semula senilai Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 menjelaskan keputusan itu merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan dana program MBG dapat dikelola dengan lebih efisien.
Adapun realisasi penyaluran anggaran hingga 30 April tercatat sebesar Rp75 triliun, yang telah menjangkau 61,96 juta penerima manfaat serta 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“MBG sudah mencapai Rp75 triliun, itu 22,4 persen dari APBN yang sebesar Rp335 triliun. Tapi nanti bukan Rp335 triliun. Ada penghematan tertentu sesuai dengan instruksi Presiden, sehingga dana Badan Gizi Nasional (BGN) bisa dipakai lebih efektif dan efisien,” kata Purbaya beberapa waktu lalu.
Sumber: CNN Indonesia







mo berapa keq, selama masih ada, maka masih makan jatah pendidikan, yang bukan mencerdaskan bangsa, tapi jadi tai dan menggemukan bangsat-bangsat
bangsat2 peliharaan ndas
mudah2an guru2 honorer mendapat haknya kembali setelah alokasinya dirampas BGN
penurunan anggaran karena terpaksa karena perekonomian terpuruk, bukan efisiensi, korupsi persoalan yang berbeda lagi. penurunan anggaran jangan di glorifikasi oleh para buzzer “bahwa wowo mendengar aspirasi rakyat”.