Ada beberapa poin penting yang perlu kita ketahui tentang serangkaian perang baru antara Iran vs Israel/AS

Ada beberapa poin penting yang perlu kita ketahui tentang serangkaian perang baru antara Iran vs Israel/AS:

1. Iran telah menemukan senjata selain nuklir yang sama kuatnya dengan senjata tersebut. Senjata itu tentu saja Selat Hormuz.

2. Selat Hormuz telah menjadi senjata yang tidak ingin Iran anggap remeh oleh kekuatan lain, baik negara-negara tetangga, wilayah regional, apalagi kekuatan Barat.

3. Oleh karena itu, Iran telah bertindak untuk menyerang negara-negara tetangganya, termasuk Oman yang dianggap tidak memiliki masalah dengan Iran, atau setidaknya Iran tidak memiliki masalah dengan Oman.

4. Bukankah Iran sudah menandatangani perjanjian tersebut? Ya. Iran tidak membangkang, hanya AS dan Israel yang sering melanggar perjanjian atau MoU tersebut.

5. Poin utamanya adalah pusat kekuasaan di Iran dan Lebanon.

6. Pusat kekuasaan di Iran terlihat lebih rumit daripada yang terlihat di permukaan. Memang, mereka yang duduk di meja perundingan dipimpin oleh Muhammad Bagher Ghalibaf (Ketua Parlemen Iran) dan Abbas Aragchi (Menteri Luar Negeri Iran).

7. Namun, dinamika kekuasaan di Iran terlihat lebih rumit dari itu. IRGC dan lingkaran kecil Ayatollah Mojtaba Khamenei juga memiliki hak suara terakhir dalam setiap tindakan Iran.

8. Angkatan Laut IRGC dapat melihat kekuatan strategis melalui Selat Hormuz. Selat ini dipandang sebagai jalur utama yang dapat menjadi sumber daya baru bagi Iran. Hal ini membuat negara-negara tetangganya tidak senang.

9. Lebanon. Iran tidak ingin Perjanjian Lebanon-Israel ditandatangani. Karena dianggap melemahkan kekuatan Hizbullah.

10. Lebanon adalah masalah bagi Iran-Trump dan Lebanon sendiri.

11. Lebanon ingin membangun kembali negaranya tanpa campur tangan unsur eksternal apa pun dalam kedaulatannya. Oleh karena itu, Lebanon melihat kesepakatan seperti yang ditandatangani oleh Hafez Assad sebagai jalan keluar dari krisis ini.

12. Trump tentu menyukai proposal ini. Tetapi Iran tidak menginginkan hal ini terjadi. Karena kekuatan Hizbullah pasti akan terbatas dan lemah.

13. Jadi, poin Lebanon benar-benar telah membuat kekacauan ini menjadi jalan buntu.

14. Kita akan melihat lebih banyak lagi rangkaian kejadian seperti ini berulang hingga (mungkin) masa jabatan Trump sebagai presiden berakhir.

    Anas Latif,
    Peneliti Malaysia

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    3 komentar

    1. Kenapa Iran, tdk langsung serang Israel, semua pijakan fasilitas militernya di back up dari Israel. Aneh, Arab dulu yg diserang ⁉️
      Jelas, kenapa Nabi mendo’akan kehancuran Kisra dan Kerajaan Persia, senang dg kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Persia, dua super power saat itu.

      Kejadian perilaku Syiah Rafidhah Imamiyah dalam perang saat ini, memperkuat pembenaran kita, mengapa Nabi melaknat Persia (kehancuran Kisra) dan Umar memutuskan menyerang Persia.
      Kebencian mereka thd Arab dan Islam melebihi thd Yahudi dan Nasrani.

      Setiap AS dan Israel serang Iran, balasan Iran lebih banyak ke negara² Suni Arab, sangat kecil serangan ke Isreal dan tdk ke pangkalan² AS ditetangga² Iran lainnya. Padahal Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar sdh memberi garansi, tdk akan memberikan fasilitas darat, laut dan udara kepada AS utk menyerang Iran.

      Sptnya, kesempatan bagi syiah utk melampiaskan dendamnya thd Arab dan Islam. Perilaku Syiah Majusi Sabaiyah saat ini, cermin utk melihat “Peta Hegemoni dan Kepongahan Persia” pada zaman Nabi dan Shahabi. Tipikal mereka memaksakan kehendak, merasa berhak mengatur bangsa Arab dan menggunakan cara² intimidasi.

      1. karena arab pengecut kaya elu, jadi perlu dijitak dulu pake rudal, biar sadar, AS itu lemah, ga bisa bantu apa – apa
        oh iya lupa, tulisan lu kan sengaja lu panjang – panjangin tapi isinya kalo ga sumpah serapah, ya omong kosong, persis isi kepalamu

    2. Eyes for Eyes, pahami Konteks bro
      Biar tak gagal paham, AS nyerang Iran dari pangkalan2 Arab itu
      Setelah barisan bek depan di eliminasi, baru Iran nyerang gawang nya (israel)