Baru-baru ini terungkap rincian dari inisiatif strategis Israel Asia Center melalui program “Israel-Indonesia Futures”. https://israelasiacenter.org/israel-indonesia-futures-home/
Berdasarkan dokumen resmi mereka, ini bukan sekadar program diskusi biasa, melainkan agenda jangka panjang yang sistematis untuk menembus pertahanan diplomasi kita.
Berikut 5 poin faktual yang wajib kita waspadai bersama:
1. Target Ekonomi, Bukan Sekadar Sentimen Agama
Israel memandang Indonesia sangat strategis. Dengan 280 juta penduduk dan proyeksi ekonomi terbesar ke-5 dunia pada 2030, Indonesia adalah pasar raksasa yang ingin mereka raih.
2. Infiltrasi Lewat Jalur “Halus”
Sadar bahwa jalur diplomatik resmi tertutup rapat, mereka menggunakan taktik people-to-people diplomacy. Pintu masuknya adalah sektor yang terlihat netral dan menggiurkan: teknologi, startup, investasi, ketahanan pangan, media, hingga pendidikan.
3. Mencetak Jaringan “Buzzer” Elite dari Dalam
Program ini merekrut profesional, pebisnis, dan tokoh muda Indonesia. Mereka disatukan dalam proyek kelompok dengan orang Israel untuk membangun ikatan personal. Tujuannya jelas: menciptakan jaringan alumni jangka panjang yang simpati pada Israel dan pelan-pelan menjadi jembatan normalisasi di Tanah Air.
4. Operasi Tertutup dan Senyap
Menyadari tingginya penolakan dari rakyat Indonesia, program ini sangat menjaga kerahasiaan. Peserta diwajibkan menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) dan identitas tokoh/partner tidak dipublikasikan.
5. Menunggangi Efek Domino Geopolitik
Mereka merencanakan normalisasi dengan Indonesia sebagai langkah lanjutan jika kesepakatan dengan negara Arab (seperti Saudi) terjadi. Perlawanan Palestina pada 7 Oktober bahkan dinarasikan sekadar sebagai “upaya menggagalkan normalisasi” tersebut.
Yang paling penting justru bukan seminar-seminarnya, tetapi pembangunan jaringan alumni.
Program mengatakan bahwa setelah selesai, alumni tetap memperoleh akses ke jaringan Israel-Asia Center, acara alumni, mentoring, dan bahkan peluang mengikuti delegasi Israel–Indonesia. Dengan demikian, program ini berusaha menciptakan jaringan jangka panjang orang Indonesia yang memiliki pengalaman langsung, hubungan profesional, dan pemahaman positif mengenai Israel—dan sebaliknya bagi orang Israel terhadap Indonesia.
Bahkan program sendiri menyatakan bahwa tujuan proyek kelompok adalah membangun “trust and long-term working relationships” antara peserta kedua negara. Jadi mekanismenya dapat digambarkan:
Seleksi tokoh/profesional → edukasi tentang Israel & Indonesia → pertemuan langsung → hubungan personal → proyek bersama → jaringan alumni → hubungan bisnis/sosial/policy jangka panjang.







rekrutmen MOZZAD IRENG
kalo udah ngomongin ekonomi, biasanya para elit² ini mulai main belakang. di dpn media koar² dukung palestina, di belakang layar lobi² sama sirewel