Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk mencairkan dana Iran yang dibekukan sebagai bagian dari tahap awal kesepakatan guna mengakhiri konflik, menurut laporan The New York Post (17/4/2026).
Nilai awal yang dipertimbangkan mencapai 6 miliar dollar AS (sekitar Rp 103 triliun), dengan potensi total hingga 20 miliar dollar AS jika syarat tambahan terpenuhi. Dana itu berasal dari hasil penjualan minyak Iran ke Korea Selatan dan saat ini disimpan di Qatar.
Tahap awal ini diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga tahun. Sementara itu, total potensi pencairan hingga 20 miliar dollar AS akan bergantung pada pemenuhan syarat tambahan yang belum diungkapkan secara rinci.
Syarat kesepakatan masih belum jelas
Belum dapat dipastikan apakah salah satu tuntutan utama Presiden Donald Trump—yakni Iran harus menghentikan haknya untuk memperkaya uranium baru—akan menjadi bagian dari kesepakatan tersebut.
Washington dan Teheran disebut tengah berupaya mencapai kesepakatan melalui perantara. Trump mengatakan bahwa proses ini bisa berlanjut ke putaran kedua perundingan yang kemungkinan digelar di Islamabad, Pakistan.
Laporan Axios menyebutkan pertemuan itu bisa terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan. Sumber yang sama menyebut Trump berharap kesepakatan damai dapat segera dicapai, meskipun jadwal perjalanan masih menunggu konfirmasi final.






