Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah setuju untuk menangguhkan rencana pengebomannya terhadap Iran selama dua minggu, setelah ancamannya bahwa “seluruh peradaban akan mati malam ini” jika Teheran tidak mematuhi tuntutannya.
Pada Selasa (7/4/2026) malam waktu setempat, beberapa jam sebelum serangan yang direncanakan, Trump menggunakan platform Truth Social untuk mengumumkan bahwa ia telah mengubah arah.
“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN SELAT Hormuz SECARA LENGKAP, SEGERA, dan AMAN, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua sisi! Alasannya adalah karena kita telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, dan telah mencapai kesepakatan definitif mengenai PERDAMAIAN jangka panjang dengan Iran, dan PERDAMAIAN di Timur Tengah. Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu adalah dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi. Hampir semua poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan. Atas nama Amerika Serikat, sebagai Presiden, dan juga mewakili negara-negara Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan bagi saya bahwa masalah jangka panjang ini hampir terselesaikan. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini! Presiden DONALD J. TRUMP,” tulis Trump.

Pesan tersebut diunggah secara daring pada pukul 18.32 waktu AS bagian Timur (22.00 GMT), kurang dari satu setengah jam sebelum tenggat waktu pukul 20.00 (00.00 GMT) yang ditetapkan Trump untuk serangan tersebut.
10 poin proposal Iran
Iran telah mengajukan proposal 10 poin sebagai respons terhadap kerangka damai 15 poin yang sebelumnya dikirim oleh Amerika Serikat melalui mediator Pakistan. Proposal ini bertujuan untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung dengan AS dan Israel.
Berikut adalah poin-poin utama dalam proposal 10 poin dari Iran:
- Jaminan Keamanan: Iran menuntut jaminan tertulis bahwa negara tersebut tidak akan diserang lagi di masa depan.
- Pengakhiran Perang Permanen: Iran menolak gencatan senjata sementara (seperti usulan 45 hari dari AS) dan menuntut pengakhiran perang secara permanen.
- Penghentian Serangan di Lebanon: Menuntut agar Israel menghentikan semua serangan terhadap sekutu Iran, khususnya Hizbullah di Lebanon.
- Pencabutan Sanksi: Penuntutan agar seluruh sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran dicabut sepenuhnya.
- Penghentian Konflik Regional: Menuntut diakhirinya semua pertempuran regional terhadap sekutu-sekutu Iran.
- Pembukaan Selat Hormuz: Sebagai imbalan, Iran bersedia membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
- Biaya Transit Kapal: Iran akan memberlakukan biaya transit sebesar $2 juta per kapal yang melewati Selat Hormuz.
- Pembagian Pendapatan dengan Oman: Pendapatan dari biaya transit tersebut akan dibagi dengan negara tetangga, Oman.
- Protokol Keselamatan Jalur Laut: Iran akan menetapkan protokol dan aturan khusus untuk memastikan jalur pelayaran yang aman di selat tersebut.
- Dana Rekonstruksi: Iran akan menggunakan bagian pendapatannya dari biaya transit tersebut untuk membiayai pembangunan kembali infrastruktur yang hancur akibat serangan AS-Israel, sebagai ganti dari tuntutan reparasi perang langsung.







Zionist pesek dan zionist mengaji kecewa berat nih … hahaha
muantabbb Iran
KEMENANGAN IRAN secara de Facto. Trump TAKUT jika selesai menjabat, akan diseret ke pengadilan sebagai PENJAHAT PERANG. Ancaman pemusnahan sebuah negara, bisa dianggap sebagai praktek GENOCIDA
apakah ini fasilitatornya ulim amri Indonesia ya yang suka joget-joget, yang kemaren menawarkan diri sebagai mediator damai, bertanya doang
Tidak ada satu pun poin terkait penghentian serangan ke Palestina. Hanya ada poin penghentian serangan ke milisi Syiah Libanon (Hizbullah) dukungan Iran.
@Baba Rukana.. mungkin spt ini..
palestina telah memiliki perjanjian gencatan senjata nya sendiri dgn negara2 penjamin..
jika ad pelanggaran yg trjadi.. spt penyerangan yg dilakukan zionis.. maka negara penjamin ini yg harus menindak..
tp mnjadi agak mnjengkelkan.. kerna salah satu yg mnjadi negara penjamin ialah US..
Iran menang banyak :
2juta x 100 kapal/hari = 200 jt/hari
70M dolar pertahun !!!
Pangkalan Amerika mmg tidak disebut. Tapi butuh biaya banyak utk AS bangun kembali pangkalan tersebut. Dan blum tentu negara Teluk mengizinkan pembangunan kembali pangkalan tersebut. Apalagi jika nanti Iran bangun Aliansi Strategis dg negara-negara Teluk.