Setelah dipecat dari firma hukum karena secara terbuka mengkritik Israel, Melat Kiros kini memenangkan pemilihan untuk Kongres AS

Setelah kehilangan pekerjaannya di firma hukum karena secara terbuka mengkritik Israel, Melat Kiros yang pantang menyerah sekarang mengukir sejarah.

Perempuan imigran asal Etiopia berusia 29 tahun ini meraih kemenangan mengejutkan yang bersejarah dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada 30 Juni 2026, mengalahkan petahana Diana DeGette yang telah menjabat selama 15 periode di Distrik Kongres ke-1 Colorado.

Karena distrik ini merupakan basis kuat Partai Demokrat, kemenangannya dalam pemilihan pendahuluan menempatkannya pada posisi yang aman untuk menuju Washington, D.C. pada pemilihan umum bulan November 2026.

Ini membuktikan semakin banyak orang Amerika menolak politik Zionis. Gagasan bahwa Zionisme mewakili semua orang semakin kehilangan pengaruh di AS.

Democratic congressional candidate Melat Kiros speaks after winning the Democratic nomination during a primary election night watch party at The Broadway, Tuesday, June 30, 2026, in Denver. (AP Photo/Rebecca Slezak)

Latar Belakang Melat Kiros

  • Imigran: Lahir di Addis Ababa, Etiopia, lalu pindah ke Denver semasa bayi.
  • Eks-Barista: Bekerja sebagai barista di kedai kopi Denver sembari menempuh studi S3.
  • Mantan Pengacara: Dipecat oleh firma hukum Sidley Austin di New York pada tahun 2023 setelah menulis surat terbuka yang mengkritik tanggapan institusi hukum terhadap aktivisme mahasiswa pro-Palestina.
  • Sosialis Demokratik: Didukung oleh gerakan Democratic Socialists of America (DSA) dan Senator Bernie Sanders.

Dampak dan Dinamika Politik

Kemenangan Kiros mencerminkan pergeseran peta politik internal dalam Partai Demokrat, di mana kelompok progresif sayap kiri berhasil menantang figur-figur mapan. Isu bantuan militer ke Israel dan kebijakan luar negeri AS menjadi salah satu titik uji krusial yang membelah preferensi pemilih dalam pemilu internal partai. Kampanye Kiros berfokus pada embargo senjata total ke Israel, penolakan dana kampanye dari korporasi besar atau komite aksi politik (PAC) seperti AIPAC, serta program domestik seperti Medicare for All dan perumahan publik.

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *