Seorang wanita Muslim di Swiss didenda karena mengenakan burka sebesar 1.000 Franc (Rp 22 juta)

Seorang wanita Muslim didenda di Swiss karena mengenakan burka sebesar 100 Franc (Rp 2,2 juta).

Ia mengajukan banding dan malah denda naik menjadi 1.000 Franc (Rp 22 juta).

Inilah ironi Swiss, negara tuan rumah Dewan Hak Asasi Manusia PBB!

Kasus ini berakar dari penegakan hukum larangan penutupan wajah di tempat umum (“burqa ban”) yang resmi berlaku secara nasional sejak 1 Januari 2025 setelah disetujui melalui referendum publik.

Rincian Kasus dan Mekanisme Denda

  • Denda Awal 100 Swiss Francs: Pelanggaran pertama di tempat umum (seperti yang terjadi pada seorang wanita di Zurich) dikenakan denda administratif langsung (on-the-spot fine) sebesar 100 Swiss Francs.
  • Penolakan Membayar & Gugatan: Wanita tersebut menolak membayar denda awal tersebut dan mengajukan banding/keberatan hukum dengan argumen bahwa aturan tersebut diskriminatif serta bermotif “Islamofobia”.
  • Kenaikan Menjadi 1.000 Swiss Francs: Berdasarkan undang-undang penutupan wajah di Swiss, jika pelanggar menolak denda administratif awal dan memilih membawa kasusnya ke jalur hukum, denda tersebut otomatis direview. Jika banding ditolak, mereka dikenakan denda maksimum hingga 1.000 Swiss Francs ditambah biaya administrasi sidang.

Aturan ini disahkan secara ketat melalui sistem demokrasi langsung Swiss setelah 51,2% pemilih menyetujui referendum nasional tersebut. Hukum ini melarang segala bentuk penutupan wajah di ruang publik (termasuk jalanan, transportasi umum, restoran, dan toko). Aturan ini berlaku untuk burka, nikab, kecuali untuk alasan kesehatan, cuaca dingin, atau perayaan budaya tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

    1. @?.. yg ga mreka paham adlh.. hal itu brhubungan dgn aqidah..
      ☝🏻👇
      kernanya doi banding.. denda “rasa” islamophobia..
      ☝🏻👇
      itu spt memaksa wanita² kristen brhijab di negri² muslim..

      walaupun sbenarnya itu bagus.. spt perawan suci Maria yg santun & terjaga..
      😊🙃

      1. swiss gaada urusan sama kristen swiss itu sekuler, jangan pakai kartu playingvictim kalau lu jauh2 datang dari kampung halamanlu utk ke swiss lalu ga menghormati aturan yg sudah berlaku, mending pulang aja kalau mau sesuka hati pakai aturan kampung halamannya gitu aza kok refot

        1. @?.. blm dpt poinnya y bang..!? negri sekuler itu ga mncampur nilai² brnegara dgn nilai² agama.. namun jg menjamin kebebasan bragama..
          ☝🏻👇
          nah sbagian dari mreka belum paham klo brhijab dlm hal ini mngenakan burqa adlh bagian dari agama..
          ☝🏻👇
          kernanya hasil referendum dimenangkan tipis² aj ama yg belum paham.. so yg paham sbenernya jg udah banyak..
          ☝🏻👇
          ato mungkin abang kira negri sekuler itu negri yg “nihil tuhan”..!? gitu kh bang..!?