SYIAH & PETAMBURAN

✍️Iqbal Aji Daryono

Tiga tahun silam, ketika saya sempat ribut-ribut juga debat soal Syiah, seorang kawan komen, “Kalau dicap Syiah, tinggal sowan ke Petamburan seperti Pak Anies, nanti pasti segera ternetralisir.”

Segera saya mengoreksinya. Imam Petamburan sama sekali bukan sosok yang anti-Syiah. Kalo anti-Ahmadiyah, jelas. Tapi kalo ke Syiah, pandangan beliau sangat adil.

Bib Imam Besar 212 itu sudah menjelaskan bahwa Syiah ada tiga golongan, yaitu ghulat, rafidhah, dan mu’tadil. Yang pertama kafir (yang menabikan Sayyidina Ali), yang kedua sesat (yang mencela sahabat), yang ketiga Syiah yang muslim sepenuhnya.

Cari saja di Yutub kalo gak percaya, dengan kata kunci Syiah + nama Pak Imam Besar. Ada banyak, tapi saya ogah share daripada kena suspend FB lagi soalnya nama beliau sudah gak boleh disebut sama Mas Zuck (bisa jadi ada pesanan dari oknum kekuasaan Konoha masa-masa itu wkkwkwk).

Sayang sekali, propaganda anti-Iran dan anti-Syiah kenceng sejak 2010-an (paham kan, ada blok-blok ekonomi-politik dunia). Sebelum era itu, bahkan Pak Amien Rais aja sering memuji Revolusi Iran. Lalu banyak yang tidak paham peta dan ikut-ikutan saja, kemudian membebek sambil menyebut “agama Syiah”, “Syiah bukan Islam”, sementara di saat yang sama jadi pengikut setianya Pak Imam Besar. Itu lucu.

Selain belum paham perbedaan teologis ketiga kelompok Syiah itu, sangat mungkin mereka juga belum paham asal mula perpecahan umat Islam menjadi Syiah-Sunni.

Itu bahaya sekali. Padahal Lesley Hazelton dengan sudut pandang objektifnya sebagai peneliti non-Syiah non-Sunni bahkan non-Muslim sudah menuliskan semua perjalanan perpecahan Syiah-Sunni dengan sangat lengkap, dan gaya naratifnya yang kuat membuat kita bisa membaca buku ini seasyik membaca novel. Judulnya After The Prophet: Muasal Perpecahan Sunni-Syiah.

(Bahkan untuk beberapa peserta kelas menulis saya yang legendaris itu, saya sampai merekomendasikan buku ini–selain untuk menabung referensi, juga agar cita rasa kebahasaan dan keterampilan naratif mereka membaik.)

Mayan tebal, 422 halaman, harga cuma 90K, dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia meski judulnya masih Enggres hahaa.

Oiya ada diskon khusus kalo mau bundling sama Panggil Aku Maryam (biografi Bunda Maria), juga karya Lesley. Obrolkan aja dengan admin saya.

Langsung pencet nomor WA admin Toko Buku IAD, saya kasih link

Admin Toko Buku IAD:

wa.me/628164203333

[Ini bukan jualan buku, tapi menyediakan akses referensi eaaaaa yang beneeer 🤣]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar