✍️ Bambang Prasodjo
Sebelum kalian merasa tidak nyaman bahkan malu dengan sejarah peradaban Kekhalifahan Islam yang secara jujur saya posting karena penuh drama pembunuhan politik, coba duduk sebentar dan buka mata lebih lebar. Karena sebenarnya dunia di luar sana jauh lebih brutal, jauh lebih berdarah, dan hampir tidak ada yang merasa perlu menulis buku minta maaf soal itu.
Yang membedakan kisah kelam sebuah peradaban Islam dan non Islam bukan ada atau tidaknya noda dalam sejarahnya. Semua peradaban punya noda tanpa terkecuali.
Yang membedakan adalah seberapa jujur sebuah peradaban berani menatap nodanya sendiri di cermin, menuliskannya, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya bukan sebagai kebanggaan, tapi sebagai pelajaran.
Yang membedakan adalah kejujuran intelektualnya. Buktinya, cek di kolom komentar, buzzer buzzer non muslim akan dilepas lalu berkomentar tanpa adab, ngamuk jejeritan begitu terdeteksi algoritma dalam sebuah postingan menyinggung non muslim.
Di Roma, sejarawan yang terlalu kritis terhadap kaisar yang berkuasa bisa dibuang atau dieksekusi. Tacitus dan Suetonius baru berani menulis kritik pedas setelah kaisar yang mereka kritik sudah mati.
Di Tiongkok, sejarah resmi ditulis oleh komite yang ditunjuk negara. Sejarawan menulis sambil dikte oleh pejabatnya.
Di Eropa abad pertengahan, Gereja dan raja berkolaborasi mengontrol narasi selama berabad-abad.
Tapi Al-Thabari dalam Tarikh al-Umam wal Muluk menulis dengan detail tentang kekejaman Al-Hajjaj bin Yusuf, tentang manjaniq yang menghujani Ka’bah, meskipun semua itu dilakukan oleh penguasa Muslim.
Ibn Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah tidak menyensor tragedi Karbala.
Adz-Dzahabi dalam Siyar A’lam an-Nubala mencatat karakter para khalifah dengan jujur termasuk yang buruk sekalipun.
Dan semua karya itu disalin, diwariskan, diajarkan, dan dipertahankan berabad-abad tanpa disensor.
Dalam hal kejujuran mendokumentasikan dosa-dosa kekuasaan, tradisi historiografi Islam klasik justru berada di garis terdepan peradaban manusia.
Mari saya tunjukkan sedikit saja kisah kebrutalan Peradaban non muslim, kita mulai dari yang paling sering dijadikan standar peradaban.
ROMA: KETIKA MEMBUNUH KAISAR ADALAH OLAHRAGA NASIONAL
Dari sekitar 69 kaisar Romawi antara era Augustus sampai runtuhnya Roma Barat pada 476 M, lebih dari separuhnya mati dibunuh. Bukan wafat di tempat tidur. Dibunuh oleh pengawal pribadi, oleh senator, oleh anak kandung, bahkan oleh istri. Kaisar Caligula dibunuh oleh komandan pengawalnya sendiri. Kaisar Domitian ditikam oleh pembantunya di kamar tidur. Kaisar Commodus dicekik oleh pelatih gulat pribadinya setelah rencana racun pertama gagal.
Probabilitas seorang kaisar Romawi mati terbunuh lebih tinggi dari probabilitas dia pensiun dengan tenang. Dan Roma sampai hari ini diajarkan di seluruh sekolah dunia sebagai puncak peradaban Barat dan fondasi demokrasi modern.
BIZANTIUM: INOVASI KEKEJAMAN YANG LEBIH KREATIF
Bizantium, penerus Roma Timur, mengembangkan metode yang mereka anggap lebih beradab dari sekadar membunuh. Mereka menyiram wajah lawan politik dengan cairan panas, membutakan mata dengan besi panas, memotong hidung dalam praktik yang disebut rhinotomy, atau mengebiri calon pewaris takhta. Logikanya: orang cacat fisik dianggap tidak sah memegang kekuasaan dalam tradisi Bizantium, jadi melumpuhkan lebih efisien dari membunuh.
Kaisar Justinian II bahkan dibuang ke pengasingan setelah hidungnya dipotong, lalu kembali merebut takhta dengan hidung palsu dari emas. Sejarah mencatatnya bukan sebagai monster, tapi sebagai bagian dari dinamika politik yang dianggap normal.
PERSIA SASSANID: MEMBUNUH SAUDARA SEBAGAI PROTOKOL RESMI
Di Persia Sassanid yang berkuasa dari 224 hingga 651 M, membunuh saudara kandung saat naik takhta bukan tindakan kriminal. Itu adalah protokol standar pergantian kekuasaan. Raja yang tidak menghabisi potensi saingan dianggap lemah dan naif, bukan mulia. Syapur II bahkan dinobatkan sebagai raja saat masih dalam kandungan ibunya untuk mencegah perebutan di antara para bangsawan.
TIONGKOK DINASTI TANG: PEMBUNUH SAUDARA YANG DIKENANG SEBAGAI KAISAR TERBESAR
Kaisar Taizong, yang hingga hari ini dikenang sebagai kaisar terbesar dalam sejarah Tiongkok, naik takhta melalui Insiden Gerbang Xuanwu pada 626 M. Ia membunuh dua saudara kandungnya sendiri lalu memaksa ayahnya turun takhta. Setelah itu ia memerintah dua puluh tiga tahun dengan sangat gemilang, membuka jalur sutra dan mengembangkan seni serta ilmu pengetahuan. Cara naik takhtanya tidak mengurangi penilaian atas prestasinya satu poin pun dalam catatan sejarah resmi Tiongkok.
EROPA ABAD PERTENGAHAN: TRADISI YANG TIDAK PERNAH BERHENTI
Dinasti Merovingian di Frankia, sezaman dengan awal Islam pada abad ke-5 hingga ke-8 M, dijuluki sejarawan modern sebagai dinasti yang menjadikan pembunuhan saudara sebagai instrumen utama suksesi.
Gregory of Tours dalam Historia Francorum mencatat bagaimana raja-raja Merovingian membunuh, meracun, dan memenjarakan satu sama lain hampir setiap generasi. Tradisi ini tidak berhenti di Merovingian. Dinasti Tudor di Inggris, Valois di Prancis, Habsburg di Austria, semuanya mewarisi budaya eliminasi politik yang tidak kalah brutalnya, hanya dengan kostum berbeda dan narasi yang lebih rapi.
Belum lagi kisah penjajahan Eropa di Afrika, Asia, Amerika, Australia dan banyak lagi yang bahkan tak terhitung jumlahnya.
LALU APA YANG MEMBEDAKAN DUNIA ISLAM?
Bukan ketiadaan kekerasan politiknya. Itu jelas ada dan tidak bisa disangkal.
Tapi kejujuran melihat masa lalu agar dijadikan pelajaran di masa depan.
____________________________
Referensi:
Gibbon, Edward, The History of the Decline and Fall of the Roman Empire, 1776-1789. Suetonius, De Vita Caesarum, abad ke-2 M. Tacitus, Annales, abad ke-2 M. Gregory of Tours, Historia Francorum, abad ke-6 M. Twitchett, Denis, The Cambridge History of China, Volume 3: Sui and Tang China, Cambridge University Press, 1979. Yarshater, Ehsan (ed.), The Cambridge History of Iran, Volume 3, Cambridge University Press, 1983. Ostrogorsky, George, History of the Byzantine State, Rutgers University Press, 1969. Al-Thabari, Tarikh al-Umam wal Muluk, jilid V. Ibn Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah, jilid VIII. Adz-Dzahabi, Siyar A’lam an-Nubala, jilid III. Kennedy, Hugh, The Prophet and the Age of the Caliphates, Routledge, 2004.







kalau di dunia islam mungkin yg paling brutal adalah ottoman spt budaya mongolnya yg membunuh semua sepupu2 saat khalifah baru naik, spt era mehmed 3 yg membantai 19 saudaranya dg cara dicekik benang, atau era mehmed 2 alfatih yg dibunuh wazir agungnya si halil pasha, ada juga selim 1 yg ingin menguasai dua kota suci dg memerangi mamluk dan pemimpin2 mamluk dibantai di kairo. nasibnya 11 12 spt raja2 saudi 1 yg dipenggal kepalanya di bosporus.
Ada bukti validnya?
ada dong, tp kalau dikasi bukti janji gak denial? tp saya salah sih ada yg lebih brutal lagi yaitu kekejaman republik islam iran di suriah dan yaman kpd jutaan ahlusunnah
Coba lo tulis referensi Nyet! jangan cuma omong doang lo Monyet tolol!!
janji ga kabur abis saya tulis?
1. Praktik Eksekusi Saudara (Fratrisida) dalam Dinasti Ottoman
Sumber Jurnal: Studi hukum dan sejarah mengenai legalitas eksekusi saudara untuk stabilitas kekaisaran (Kānūnnāme) dipublikasikan secara resmi oleh Turkish Historical Society di Belleten Gov.
Sumber Alternatif: Fratricide in Ottoman Law.
Artikel Sejarah: Ulasan populer tentang persaingan hidup-mati perebutan takhta ini dimuat oleh Smithsonian Magazine.
2. Eksekusi 19 Saudara oleh Sultan Mehmed III
Ensiklopedia Biografi: Rincian mengenai pembunuhan berdarah dingin 19 saudara Mehmed III oleh eksekutor tunawicara tercatat di laman EBSCO Research Starters – Mehmed III. Anda bisa membaca ulasan History Today – Murder and the Ottoman Succession.
3. Eksekusi Wazir Agung Çandarlı Halil Pasha oleh Mehmed II
Catatan Arkeologi & Sejarah: Informasi tentang penangkapan, penyitaan harta, serta eksekusi mati wazir agung pertama dalam sejarah Ottoman ini dapat diverifikasi di Turkish Archaeological News. Diulas pada Wikipedia – Çandarlı Halil Pasha the Younger.
4. Ekspansi Brutal Selim I ke Mamluk (Kairo)
Data Pertempuran: Dokumentasi sejarah mengenai penaklukan berdarah di Kairo serta eksekusi gantung Sultan Mamluk terakhir, Tuman Bay II, dirangkum dalam Wikipedia – Capture of Cairo (1517).
Analisis Kejatuhan: Artikel mendalam mengenai runtuhnya Dinasti Mamluk akibat pengkhianatan internal dan kebrutalan militer Ottoman dapat dibaca di Daily News Egypt.
5. Kebrutalan Rezim Assad & Proksi Republik Islam Iran di Suriah
Laporan PBB: Laporan resmi mengenai investigasi pembantaian massal, penyiksaan sistematis, dan kejahatan kemanusiaan di Suriah dirilis oleh Komisi Penyelidik Independen di OHCHR – UN Syria Commission Reports.
Laporan Hak Asasi: Data tahunan mengenai krisis kemanusiaan, penahanan sewenang-wenang, dan pengungsian jutaan warga sipil dapat diakses di Amnesty International – Syria Report.
Keterlibatan Milisi Iran: Analisis akademis mengenai intervensi militer, penggunaan bom barel, dan kejahatan perang yang melibatkan milisi proksi Garda Revolusi Iran (IRGC) tersedia dalam dokumen TOAEP Policy Brief – Iran’s Crimes in the Syrian Conflict.
elu lebih semangat menguliti sejarah kelam kerajaan Islam untuk menandingi kekejaman kafir…
kalo elu Muslim, gw jadi curiga kalo elu ga cinta dan bangga dgn ke-Islaman lu sendiri….
ASTAGHFIRULLAH……
tapi kalo lu bkn Muslim, wajar sih…
L.O.L
elu lebih semangat menguliti sejarah kelam kerajaan² Islam untuk menandingi kekejaman para kafir la’natullah ‘alaihim.
kalo elu Muslim, gw curiga elu ga cinta dgn ke-Islam-an lu sendiri.
ASTAGHFIRULLAH…..
tapi kalo elu bkn Muslim, wajar sih…
L.O.L
yah denial
“Tapi kejujuran melihat masa lalu agar dijadikan pelajaran di masa depan”
☝🏻👇
sayang.. plajaran yg diambil adlh tetap “memelihara” & klo dah siap akan “dibakar kembali”..
☝🏻👇
sedih.. jd inget kata yg diulang ini..!!
Ummati, Ummati, Ummati.. (latin arabic)
☝🏻😓
jazakallah khair atas pencerahannya akhi👍👍
Buktinya, di kolom komentar, buzzer2 kafir langsung ngamuk jejeritan, begitu lihat fakta peralihan kekuasaan non muslim lebih brutal
1. Eksekusi jutaan orang (1,1 juta – 7 juta org) saat kampanye militer romawi menaklukkan Eropa 58 SM (penaklukan Galia, perang Serville, perang Punisia dll)
2. Eksekusi 500.000 hingga 1 juta org di Sula oleh Vlad Dracul di Wallachia 1462
3. Eksekusi 800.000 – 2,5 juta org dibakar hidup2 di salib, yg menolak murtad saat Inkuisisi Spanyol di Granada 1478 – 1834
4. Eksekusi 3 juta – 20 juta org Bolshevik saat transisi Komunis Stalin di Soviet 1932 – 1938
5. Eksekusi 1,5 juta – 2,4 juta org oleh Khmer Merah di Kamboja 1975 – 1979
6. Eksekusi 150.000 org Palestina saat invasi Israel 1948 – 1967
7. Eksekusi 45 juta – 70 juta org saat Revolusi Kebudayaan Komunis Mao Zedong di Cina 1958 – 1966. Ditambah lagi Eksekusi 10.000 org demonstran di Lapangan Tiananmen 1989
No.7 adalah yg paling Brutal, suka atau tidak suka, ini adalah negeri asal para Buzzer Termul dan Terwo yg suka ngamuk jejeritan di portal ini
Buktinya, di kolom komentar, buzzer2 kafir langsung ngamuk jejeritan, begitu lihat fakta peralihan kekuasaan non muslim lebih brutal
1. Eksekusi jutaan orang (1,1 juta – 7 juta org) saat kampanye militer romawi menaklukkan Eropa 58 SM (penaklukan Galia, perang Serville, perang Punisia dll)
2. Eksekusi 500.000 hingga 1 juta org di Sula oleh Vlad Dracul di Wallachia 1462
3. Eksekusi 800.000 – 2,5 juta org dibakar hidup2 di salib, yg menolak murtad saat Inkuisisi Spanyol di Granada 1478 – 1834
4. Eksekusi 3 juta – 20 juta org Bolshevik saat transisi Komunis Stalin di Soviet 1932 – 1938
5. Eksekusi 1,5 juta – 2,4 juta org oleh Khmer Merah di Kamboja 1975 – 1979
6. Eksekusi 150.000 org Palestina saat invasi Israel 1948 – 1967
7. Eksekusi 45 juta – 70 juta org saat Revolusi Kebudayaan Komunis Mao Zedong di Cina 1958 – 1966. Ditambah lagi Eksekusi 10.000 org demonstran di Lapangan Tiananmen 1989
No.7 adalah yg paling Brutal, suka atau tidak suka, ini adalah negeri asal para Buzzer Termul dan Terwo kere kesot abu jahanam kutu kupret yg suka ngamuk jejeritan di portal ini