ASAL BAPAK SENANG

Boleh jadi, dua tahun terakhir kebijakan di negara ini berlandaskan laporan model begini dari anak buah.

“Ada 19.000 sapi dipotong utk MBG, Pak.”
“Kopdes Merah Putih rame banget, Pak.”
“Ada banyak petani liburan ke LN, Pak.”
“Kurs rupiah aman, Pak.”
“Ekonomi tumbuh menggila, Pak.”
“Jalan-jalan di daerah mulus dan kinclong, Pak.”
“Harga-harga barang pokok murah terkendali, Ndan.”
“BUMN kita untung semua, Pak.”

Nah, saat kebijakan negara tidak berlandaskan data-data valid, fakta di lapangan; hanya bermodalkan laporan ABS dari anak buah, duuuh, kacau akibatnya. Anak buah elu itu malah asyik korupsi habis-habisan.

Coba test deh, bagaimana kamu bisa mengumpulkan data dan tiba pada kesimpulan “sekarang banyak petani liburan ke luar negeri”. Itu data pakai apa? Gimana kamu ngumpulin data valid turis ke LN itu dari sisi profesi PETANI. Kamu tanya kapan? Di mana? Survei apa? Karena setahu saya yang ada di PES (passenger exit survey), cuma ada isian pegawai, PNS, swasta, mahasiswa, pengusaha, dll. Tidak ada spesifik petani di survei PES tsb. Lantas laporan ini pakai data siapa?

Oh, cuma pakai perasaan. Katanya?

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 komentar

        1. @?.. artikel ttg petani halan² ke LN.. komennya pupuk.. diingetin LN_nya mana.. komennya Syiah..!!

          canggih bener si abang..!! timur k barat.. selatan k utara..
          ☝🏻🤭✌🏻😁

    1. lu cuman omon2 kayak wo2,,,
      ga ada sumber data yg otentik dan jelas yg bisa dianalisa dan diukur keakuratannya…

      GOBLOK lu…
      L.O.L

      1. @Penjilat rezim.. itu sdh bang..!! petani qt ga pake dollar.. trus halan²nya k LN.. kira² brp rupiah penghasilan petani qt ni..!? gacor kali nampaknya..!!
        ✌🏻🤭