Rupiah jatuh ke level terendah Rp17.130 per Dolar AS

Rupiah melemah ke level Rp17.130/US$ pada Senin pagi (13/4/2026) imbas eskalasi konflik AS–Iran dan rencana Donald Trump memblokade Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak serta menekan mata uang Asia lainnya.

Pelemah rupiah khususnya dipicu risiko terhadap sektor korporasi dan ekonomi domestik seiring kenaikan biaya dan arus modal keluar di tengah ketidakpastian global.

Berikut adalah poin-poin utama mengenai kondisi rupiah per 13 April 2026:

  • Status Terkini: Rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.073 hingga Rp17.130 per USD. Meskipun sempat sedikit menguat setelah intervensi, tekanan jual tetap tinggi.
  • Penyebab Utama:
    • Ketegangan Geopolitik: Eskalasi konflik antara AS dan Iran serta ancaman blokade Selat Hormuz memicu kekhawatiran global.
    • Harga Minyak: Lonjakan harga minyak mentah dunia hingga di atas US$100 per barel memperberat beban fiskal Indonesia sebagai negara pengimpor minyak.
    • Kekuatan Dollar AS: Indeks dollar (DXY) terus menguat akibat data inflasi AS yang tetap tinggi dan ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed.
    • Sentimen Domestik: Defisit APBN yang membengkak hingga Rp240,1 triliun dan penurunan cadangan devisa ke level terendah dalam dua tahun turut menekan nilai tukar.
  • Respons Kebijakan: Bank Indonesia (BI) secara aktif melakukan intervensi di pasar valas dan pasar Non-Deliverable Forward (NDF) domestik untuk meredam volatilitas yang berlebihan. BI juga menahan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75% untuk menjaga stabilitas.
  • Dampak Ekonomi: Pengusaha mulai mengkhawatirkan kenaikan biaya produksi (cost-push inflation) dan potensi efisiensi tenaga kerja jika kondisi ini terus berlanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. sperti prediksi ex presiden “nkri mati harga wiwi”.. ekonomi “mroket”..
    yg skarang dilanjutkan oleh presiden “nkri mati harga wowo”..
    sesuai tema “keberlanjutan”.. maka brlanjut jugalah ekonomi “mroket”..

  2. Lihat kondisi negara saat ini semakin memprihatinkan saja, rakyat susah cari makan, sementara para pejabat hidup mewah. Sedih …. Semoga pemimpin Indonesia kedepannya lebih baik dari yang sebelumnya.