Imarah Islam Afghanistan (IIA/pemerintahan Taliban) telah secara resmi mengambil langkah-langkah drastis untuk menghapus sistem bunga (riba) dari seluruh sektor perbankan dan keuangan di negara tersebut.
Berikut adalah detail poin-poin utama transisi tersebut:
Penghentian Perbankan Konvensional:
Da Afghanistan Bank (DAB), bank sentral negara itu, menyatakan bahwa sistem perbankan konvensional telah sepenuhnya dihentikan dan seluruh bank komersial kini beroperasi berdasarkan kontrak Islam.
Larangan Transaksi Bunga:
Gubernur DAB, Mullah Hidayatullah Badri, mengumumkan larangan total terhadap semua transaksi yang mengandung bunga di seluruh wilayah Afghanistan.
Islamisasi Sektor Keuangan:
Pemerintah telah membentuk komite khusus untuk meninjau dan mengubah Undang-Undang Bank Sentral guna menyesuaikan kerangka hukum dengan prinsip syariah.
Implementasi Kontrak Syariah:
Sebagai pengganti bunga, lembaga keuangan diarahkan untuk menggunakan skema bagi hasil dan kemitraan seperti mudharabah, musyarakah, dan murabahah.
Tantangan Transisi:
Meskipun kebijakan telah ditetapkan, sektor perbankan Afghanistan masih menghadapi tantangan berat seperti pembekuan aset internasional, keterbatasan likuiditas, dan hambatan dalam sistem pembayaran global.
***
Meski di bawah blokade ekonomi dan perampokan aset oleh Amerika, namun sejak 2023 pertumbuhan ekonomi Afghanistan telah menghijau.
Sampai tahun lalu pertumbuhan berada di kisaran 2,5-4% per tahun. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Afghanistan tahun 2026 adalah di atas 4%.
Tantangan baru pemerintah IEA adalah kenaikan jumlah penduduk yang sangat besar dari para pengungsi yang dipulangkan paksa oleh negara sekitar. Mereka berpotensi jadi tenaga kerja baru, namun juga pengangguran baru.
Termasuk ketidakpastian akibat serangan AS-Israel ke Iran, dimana 60% total perdagangan Afghanistan melalui jalur Iran, sejak hubungan memburuk dengan Pakistan.
Sampai saat ini belum ada satupun negara berpenduduk Islam yang mengakui penuh pemerintahan IIA.
Padahal sebagai negara yang mempermalukan AS, menjaga kehormatan dari invasi asing. Afghanistan adalah trofi kebanggaan bagi dunia Islam.
Kalau saya sih cuma bisa mengajak buat ikut Qurban di Afghanistan.
1 Kambing cuma Rp 3,5 juta. Kirim ke:
BSI 7800-000-615
A.N. Yayasan Little Project
Konfirmasi:
wa.me/6285923400002
(Pega Aji Sitama)







hukum tuhan ni (no riba).. keren sih..
yg anti “syariah law” ato islamophobia boleh d skip aj artikelnya..
smoga hambatan mndapatkan jln kluarnya.. prselisihan mndapatkan pnyelesaiannya..
Afghanistan bisa meniru Iran sebenernya dlm membangun negaranya mjd negara yg kuat scr ekonomi, teknologi, dan pertahanan, apalagi sistem pemerintahan mereka kuat dipimpin oleh Imarah yg dipilih melalui dewan syura, mirip dg Iran. Yg agak mengkhawatirkan justru Syiria krn sistem pemerintahannya menganut demokrasi yg terbuka, serta ancaman dr luar sendiri israhell dan pemberontak kurdi. Syiria skrg aman berkat dukungan Turki. Kurang tahu nanti kalo Erdogan lrngser atau Al Jaulani tdk lg mjd presiden.
yg jahat itu bukan pasar bebas, yg jahatnya luar biasa itu namanya riba, kejahatan terbesar di muka bumi ini salah satunya ya riba, top 3 lah
sama elu tuh orang fasik bahaya bgt…dikit2 kadrun…dikit2 yemn..dikit2 anis
wk.wk…wk…
@anonim masih sakit ya kalah
makan beracun gratis (mbg) juga jahat
cie..yg udah punya SPPG
barakallah
Ini keputusan berani dan berdampak signifikan. Semoga negara dan rakyat Afghanistan semakin maju sejahtera dan berkembang kearah yang lebih baik.