Presiden Slovenia Nataša Pirc Musar resmi mengibarkan bendera Palestina di Istana Kepresidenan di Ljubljana pada Jumat 5 Juni 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai aksi protes simbolis sekaligus bentuk perlawanan terhadap keputusan Perdana Menteri baru yang berhaluan kanan, Janez Janša, yang menurunkan bendera tersebut dari gedung pusat pemerintahan.
Berikut adalah poin-poin penting terkait hal ini:
- Awal Mula: Bendera Palestina🇵🇸 awalnya dipasang di gedung pemerintah sejak Mei 2024 ketika Slovenia di bawah pemerintahan kiri-tengah PM Robert Golob secara resmi mengakui kedaulatan negara Palestina. Namun, hanya 24 jam setelah PM konservatif Janez Janša menjabat menyusul hasil pemilu, ia langsung memerintahkan penurunan bendera Palestina dari markas pemerintah.
- Pernyataan Presiden: Menanggapi tindakan PM, Presiden Pirc Musar mengibarkan bendera tersebut di istananya. Ia menyatakan bahwa bendera Palestina kini bukan sekadar simbol nasional, melainkan simbol global untuk menentang genosida serta pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia di Gaza serta Tepi Barat.
- Durasi Pengibaran: Berdasarkan pernyataan resmi sang Presiden di platform X, bendera Palestina tersebut akan berkibar di fasad istana selama satu pekan sebelum nantinya dipindahkan ke dalam gedung untuk dipamerkan secara permanen kepada para pengunjung.
- Perpecahan Politik Slovenia: Insiden ini mempertegas jurang pemisah politik luar negeri di Slovenia. Sementara lembaga Kepresidenan tetap vokal membela hak-hak Palestina, pemerintahan baru di bawah PM Janša berencana mempererat hubungan dengan Israel, termasuk membuka kedutaan besar pertama Israel di Slovenia dan mempertimbangkan peninjauan ulang atas pengakuan kedaulatan Palestina.
Solidaritas Kemanusiaan
Presiden Natasa Pirc Musar mengumumkan pengibaran bendera Palestina tersebut di media sosial X, dan mengatakan alasannya.
“Genosida terhadap warga Palestina belum dihentikan, dan orang-orang di Gaza dan Tepi Barat tidak hidup dalam damai dan bermartabat,” katanya.
Pirc Musar mengatakan bendera itu mewakili penentangan terhadap “pelanggaran berat hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia” tidak hanya di Palestina tetapi juga di tempat lain di dunia.
“Ini adalah seruan sederhana untuk menghormati prinsip peradaban mendasar: martabat manusia—untuk semua,” tandasnya.
Bendera Palestina pertama kali dikibarkan di gedung pemerintahan pada Mei 2024 setelah pemerintahan sayap kiri tengah mantan Perdana Menteri Robert Golob menyetujui resolusi yang mengusulkan pengakuan Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat.
Slovenia secara resmi mengakui Negara Palestina pada 4 Juni 2024, menjadi salah satu dari beberapa negara Eropa yang melakukannya di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap perang di Gaza.






