

Presiden B.J. Habibie berhasil memperkuat nilai tukar Rupiah dari kisaran Rp16.000–Rp17.000 menjadi Rp6.550 per dolar AS hanya dalam waktu sekitar 17 bulan.
Pencapaian Presiden Habibie ini dengan mengorbankan proyek kebanggaannya, pesawat komersial N-250 produksi IPTN, demi memulihkan kepercayaan pasar internasional.
Pengorbanan besar ini terpaksa dilakukan karena salah satu syarat bantuan dana dari IMF (Letter of Intent) mewajibkan penghentian subsidi negara untuk industri dirgantara dan Bulog.
Di balik keputusan emosional tersebut, Habibie menerapkan pendekatan strategis berbasis logika kedirgantaraan untuk menstabilkan perekonomian nasional.
Melalui langkah konkret ini, inflasi ekstrem berhasil dijinakkan sehingga kestabilan sosial dan kepercayaan investor global pulih dalam waktu singkat.
BERBANDING TERBALIK
Sedangkan Presiden Prabowo dalam waktu 19 bulan 16 hari, telah membuat nilai tukar rupiah merosot tajam dan terendah sepanjang sejarah.
- Awal dilantik (20 Oktober 2024): Rp15.400/USD
- Saat ini (5 Juni 2026): Rp18.000/USD







jadi intinya pemerintah dah perwakilan itu isinya rata-rata maling semua dong
tukang sayur kumpulnya ama tukang sayur
pengamen kumpulnya ama pengamen
dst……
air ga mungkin kumpul ama minyak
Pantesan….. Anies diminta jadi menteri tidak bersedia walaupun ikut menghadiri pelantikan
Begitu jg anjing boti kumpulnya sama af aris tiw wowo wiwi dst
cuma terwo yg bahagia
( tapi pura2)
Tumpas dulu dari kepala sampai habis ke akar² -nya (reformasi) yakin Rp. membaik.
pak Habibie membuang elemen dlm pemerintahan yg tidak perlu, mbah Bowo nambah-nambahin kursi jabatan yg tidak perlu
itu bukti kalo wowo goblok