Serangan terbaru Iran hancurkan pusat data Amazon di Bahrain sampai tak bersisa. Menurut Iran, Amazon adalah pusat data milik raksasa teknologi AS yang mendukung operasi intelijen militer AS ke Iran.
Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah meluncurkan serangan rudal jelajah gelombang kedua yang menghancurkan sisa bangunan pusat data Amazon Web Services (AWS) di Bahrain. Klaim ini disiarkan oleh media pemerintah Iran sebagai bagian dari “Operasi Nasr-2” setelah serangan pertama mereka pada wilayah infrastruktur data yang sama.
Berikut rincian fakta geopolitik terkini mengenai situasi tersebut:
Alasan Penyerangan Menurut Iran
- Tudingan Operasi Intelijen: Pihak IRGC menyatakan bahwa fasilitas komersial milik raksasa teknologi AS tersebut bertindak sebagai hub pemrosesan informasi penting yang mendukung operasi intelijen militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
- Tautan Kontrak Militer: Iran secara spesifik menuduh bahwa infrastruktur komersial komputasi awan ini terhubung untuk mendukung Pentagon dalam program Joint Warfighting Cloud Capability (JWCC).
- Aksi Balasan Terhadap AS: Teheran menegaskan serangan ini merupakan pembalasan atas pemboman Amerika Serikat terhadap fasilitas pembangkit nuklir yang sedang dibangun di Darkhovin, Iran.
Dampak Riil dan Status Operasional
- Fasilitas Sudah Offline: Berdasarkan laporan teknis dari media teknologi seperti The Register, pusat data AWS di Bahrain (ME-SOUTH-1) sebenarnya sudah dalam kondisi offline akibat kerusakan dari rentetan serangan drone Iran terdahulu.
- Kontinuitas Layanan Amazon: Pihak Amazon menyatakan bahwa serangan fisik ini tidak mengganggu layanan internet pelanggan global mereka. Amazon telah memindahkan beban kerja dan data para pengguna ke zona aman lainnya yang jauh dari wilayah konflik semenjak ketegangan meningkat.
- Belum Ada Verifikasi Independen: Hingga saat ini, baik pihak manajemen Amazon, otoritas keamanan Bahrain, maupun Komando Pusat AS (CENTCOM) belum merilis konfirmasi resmi atau pernyataan mengenai tingkat kerusakan bangunan yang diklaim hancur total oleh Iran tersebut.
Perubahan Taktik Perang Moderen
Insiden ini menandai fase baru yang berbahaya dalam konflik Timur Tengah, di mana infrastruktur digital komersial kini menjadi target militer fisik yang sah dalam doktrin perang Iran. Iran bahkan telah merilis daftar peringatan evakuasi bagi 18 perusahaan teknologi AS lainnya (seperti Microsoft, Google, Oracle, dan Nvidia) yang beroperasi di wilayah Teluk.







Alhamdulillah.. HANCURKAN SEMUA PIHAK YANG TERLIBAT PERANG MENJADI BAGIAN DARI KEJAHATAN + PENJAJAH, KAFIR HARBI FI’LAN AS + SIREWEL SETANYAHU!!!
ALLAAHU AKBAR!!! 💪💪💪
ini baru berita…lanjutken 👍👍💪💪
iran sekarang berada dalam mode perang total setelah ASu menyerang fasilitas2x sipil yg menyebabkan jatuh korban sipil, setiap korban jiwa akan dibalas dgn korban jiwa di pihak Asu, mata balas mata