Perdana Menteri terpilih Hungaria yang baru, Péter Magyar, mengumumkan pada Senin 20 April 2026 bahwa pemerintahannya akan menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika ia memasuki wilayah Hungaria.
Pernyataan ini menandai perubahan kebijakan luar negeri yang drastis setelah kekalahan mengejutkan Viktor Orbán (mantan Perdana Menteri sekutu Netanyahu) dalam pemilu nasional Hungaria pada 12 April 2026.
Berikut adalah poin-poin utama dari pengumuman tersebut:
- Kepatuhan terhadap ICC: Magyar menegaskan bahwa pemerintahannya akan membatalkan proses penarikan diri Hungaria dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang sebelumnya diprakarsai oleh Orbán.
- Kewajiban Hukum: Ia menyatakan bahwa sebagai anggota ICC, Hungaria memiliki kewajiban hukum untuk menegakkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh pengadilan tersebut, termasuk surat perintah terhadap Netanyahu atas tuduhan kejahatan perang di Gaza.
- Peringatan kepada Netanyahu: Magyar menyampaikan secara terbuka bahwa ia telah memperjelas posisi ini kepada Netanyahu, dengan menyatakan bahwa siapa pun yang dicari oleh ICC dan memasuki wilayah Hungaria “harus ditahan”.
Langkah ini secara efektif mengakhiri peran Hungaria sebagai “pelindung” diplomatik utama Netanyahu di Uni Eropa, di mana sebelumnya pemerintahan PM Viktor Orbán secara aktif memveto sanksi terhadap Israel dan menjamin keamanan Netanyahu dari penangkapan.








bravo !!