🔴Menu Baru MBG:
- Motor Listrik = Rp 1,3 Triliun
- Tablet = Rp 508,5 Miliar
- Baju Dinas = Rp 384,02 Miliar
- Kaos Kaki = Rp 6,94 Miliar
- Sikat dan Semir Sepatu = Rp 1,2 Miliar
Sumber: BBC Indonesia




DATA YANG DIHIMPUN BBC INDONESIA
BBC News Indonesia melakukan penelusuran melalui data inaproc, situs pengadaan barang yang dikelola Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Dari tracking data realisasi untuk BGN pada tahun anggaran 2025, ada 1.091 paket dengan total nilai Rp6,31 triliun.
Mengacu pada data tersebut, porsi anggaran terbesar adalah pengadaan kendaraan roda 2 melalui penyedia Yasa Artha Trimanunggal yang mencapai Rp1,21 triliun.
Adapun harga motor roda dua dengan merk Emmo yang berencana dibeli BGN tercatat seharga Rp48,8 juta hingga Rp49,9 juta per unit di penyedia tersebut. Dengan total anggaran pengadaan dibagi dengan harga pada penyedia, diperoleh sekitar 24.400 unit motor.
Sementara itu, pengadaan tablet untuk SPPI menjadi anggaran terbesar dalam pengadaan barang dan jasa pada 2025. Ada sembilan penyedia yang dipilih melalui metode e-purchasing. Beberapa di antaranya, Mitrawira Hutama Teknologi dan Grosir Ria Jaya, memperoleh paket dengan nilai tertinggi untuk pengadaan tablet.
Dalam situs Inaproc, Mitrawira Hutama Teknologi tampak hanya memiliki barang berupa Samsung Galaxy Tab Active 5 seharga Rp17,9 juta.
Dengan asumsi harga di penyedia dan pagu anggaran BGN yang secara keseluruhan mencapai Rp508,4 miliar, bisa didapat sekitar 28.300 unit tablet.
Persoalannya, harga Samsung Galaxy Tab Active 5 ini di lokapasar berkisar pada Rp8 juta hingga Rp9 juta.
Dari penelusuran pada situs Inaproc, diduga laptop yang disasar adalah Lenovo K14 Gen 3 Intel Ultra7 dengan kisaran harga Rp24,5 juta hingga Rp34 juta lewat 12 penyedia.
Jika disimulasikan total anggaran untuk laptop sebesar Rp132 miliar dibagi harga terendah laptop yakni Rp24,5 juta, maka diperoleh sekitar 5.300 unit laptop.
Namun, lagi-lagi harga laptop ini berkisar Rp21,2 juta sampai Rp30,5 juta di lokapasar.
Di tengah pelacakan tablet ini, BBC News Indonesia kembali menemukan pengadaan sejumlah barang yang dinilai pengamat tidak sesuai dengan tujuan MBG yang ingin meningkatkan gizi. Barang-barang itu berupa komponen sandang yang nantinya diperuntukkan bagi para SPPI.
Antara lain, semir dan sikat semir yang mencapai Rp1,5 miliar. Kemudian, pengadaan kaos dalam tercatat Rp4,5 miliar, ikat pinggang sebesar Rp5 miliar, hingga handuk yang totalnya menyentuh Rp3,7 miliar.
Selain aksesoris tersebut, komponen sandang tertinggi adalah untuk pengadaan pakaian dinas sebesar Rp225,1 miliar. Lalu, disusul pengadaan seragam yang termasuk seragam taktikal dengan total Rp158,8 miliar, dan pengadaan sepatu sebesar Rp153,4 miliar.
Apabila dijumlahkan secara keseluruhan, komponen sandang ini memakan anggaran sebesar Rp622 miliar.
Selain itu, ada jasa event organiser yang juga mendapat sorotan. Anggaran yang dikeluarkan untuk jasa ini sebanyak Rp112,7 miliar.







asikk si af kebagian nih…itu kaos kaki dr sutra kali ye
yg bikin tulisan masih sakit hati belum move on 🤣🤣🤣🤣