BIAR KASUS INI TIDAK TERULANG LAGI

BIAR TIDAK TERULANG LAGI

Saya sedih membaca kasus uang hilang di BNI ini.

Ini tuh bukan satu-dua kali terjadi. Maka, saya mau ngasih tahu, biar jadi pelajaran:

1. Semua transaksi keuangan di bank itu dilakukan di bank. Jangan mau ngasih duit ke pegawai bank di luar kantor. Jangan mudah titip uang. Dll dsbgnya. Sedekat apapun dgn pegawai tsb, dia tetaplah orang lain.

2. Nah, jika tetap mau pakai fasilitas antar jemput cash, tambahkan lapisan keamanan satu lagi: semua bank hari ini ada “internet banking”, ada aplikasi. Selalu cek saldo tabungan, bilyet deposito, dll di sana. Jika tabungan, deposito, investasi tersebut TIDAK bisa dicek online, kamu bergegas laporkan. Itu tuh nyaris 100% nipu. Atau kamu juga bisa cek ke call center. Semua bank ada call center, telepon ke sana, tanyakan saldo dan bilyetmu. Penipu tdk bisa ngakalin jawaban call center.

3. Jangan mudah percaya produk investasi yang ditawarkan pegawai bank. Tidak ada produk off balance sheet, di luar sistem, dll. Apalagi jika bunga atau bagi hasilnya TIDAK masuk akal. Cek rate SBI, cari lewat google. Berapa SBI (BI Rate) sekarang? Misal, 4,75%. Maka, deposito itu mirip2 segitu bunganya. Malah lebih rendah. Jika ditawarkan 8%? Itu sih tidak masuk akal.

Terakhir, sebagai penutup, dan inilah tujuan saya membuat tulisan ini: kalian tahu berapa laba BNI tahun 2025? 20 triliun.

Saya berpendapat, jika ada nasabah yang ditipu oleh pegawai bank, maka bank juga ikut bertanggung-jawab. Itu tuh pegawai mereka loh. Dan mengawasi, memastikan pegawai-pegawainya tidak pakai nama BNI utk menipu adalah tugas bank.

Penipuan ini sejak 2019 bukan? Wah wah, ajaib, 5 tahun lebih pegawai ini kok tidak dirotasi? Seharusnya bank merotasi pegawai-pegawai, biar kalau ada kenapa-kenapa, diketahui lebih cepat. Kok bisa dia lima tahun ‘menetap’ di sana?

Jadi BNI, kamu ganti saja uang itu. Bisa toh? Bank besar, dengan laba 20 triliun, urusan duit upil segini drama. Duuh, itu direksi dan komisarismu, setahun digaji 500 miliar lebih. Setengah triliun. Dengan pajak penghasilan ratusan miliar ditanggung pulak oleh BNI, enak banget. Giliran nasabah ditipu, direksi dan komisaris kok banyak alasan!

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar