Politik Babi dan Anjing untuk menyingkirkan penduduk muslim

Politik Babi dan Anjing

Buya Hamka dalam buku Dari Hati ke Hati menulis tentang politik babi dan anjing untuk menyingkirkan penduduk muslim.

Kejadiannya di awal Orde Baru, dimana terjadi perpindahan penduduk non muslim ke kantung-kantung umat Islam di bekas wilayah kesultanan Islam secara tidak almaiah seperti ada yang menggerakkan.

Para pendatang yang beragama Kristen memelihara babi, dibiarkan berkeliaran. Selain itu para pendatang itu juga hobi makan anjing.

Yang bikin penduduk muslim tidak nyaman adalah cara eksekusinya, dimana anjing dimasukkan ke dalam karung, kemudian dipukuli pakai kayu sampai mati.

Dengan cara eksekusi tersebut, darah anjing tidak keluar dan dagingnya jadi lebih gurih dan nikmat kata pelahapnya.

Akhirnya, banyak penduduk muslim yang memilih pindah ke lain daerah, yang lebih nyaman untuk beribadah tanpa takut tiba-tiba kena najis atau tiap hari harus mendengar raung kesakitan anjing yang sedang dieksekusi.

(Arif Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar

    1. wkwkwkwk si af alias aNTEK fUFUFAFA alias aNAK fUCK BabRun alias Babi guRun pemakan Anjing dan babi langsung ngamuk, tantrum‼️🤣😂

    2. @af.. tulisannya justru mnjelaskan ttg muslim yg trsingkir kerna ulah non muslim yg “mabok agama”..

      tulisannya dibaca dulu napa bang..?!