“Si Penyanyi Religi” Al-Afasy
Ia memerangi jamaah Ikhwanul Muslimin dengan alasan demi akidah dan menjaganya, padahal ia tidak memiliki kualifikasi apa pun kecuali maqamat (nada musik) yang ia dendangkan dalam kondisi mabuk kepayang maupun saat melamun.
Ia tidak melihat bahwa akidah itu wajib dibela ketika ia menyanyi dan memoles citra para thaghut serta salib!!
Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari kehinaan setelah kemuliaan, dan dari kesesatan setelah hidayah. Ke dasar jurang sedalam apa Al-Afasy ini telah sampai, hingga jiwanya yang rendah menjadikannya sebagai fitnah bagi makhluk.
Ketahuilah, seburuk-buruk penghafal Al-Quran adalah ia yang menetap di kamp kezaliman; memuja dan memolesnya, serta memperkuat rasa penindasan, hilangnya harapan, dan pupusnya kepercayaan di dalam jiwa orang-orang tak berdosa yang terluka.
Al-Afasy memblokirku padahal aku tidak mengikutinya; aku tidak pernah mengikutinya walau sesaat pun, dan bagi saya sama sekali tidak terhormat untuk mengikutinya.
Kami dilahirkan sebagai orang-orang merdeka yang membenci penjilatan, muak terhadap kemunafikan, dan memusuhi penggembos perjuangan.
Tenangkan dirimu wahai penyanyi; engkau tidak akan mencapai derajat yang patut diperhitungkan hingga kami harus mempedulikan urusanmu..
(✍🏻Syaikh Asy-Syahid Dr. Nail Abu Mahmu alGhazi rahimahullah wa taqabbalah)







innaalillaahi.. ternyata qari al alafasy perilakunya seperti itu ya?!.. Dgn dalih demi aqidah, dia rela berada dipihak musuh islam yang nyata² telah membantai warga muslim gaza bahkan nois gaza juga..
demi aqidah apa ? aqidah islam ato aqidah madzhab?.. aqidah sektarian ya?!.. Nauzdubillaah Ya Allaah..