✍🏻Ismail Amin
Mereka selalu membanggakan, “Saudi itu sudah pernah berperang dengan Israel berkali-kali termasuk pada perang Arab/Yom Kippur tahun 1973…. Sementara rezim Iran saat itu berada di ketiak Amerika dan tidak bergabung dalam front perlawanan… Jadi jangan sok, bahwa seolah-olah hanya Iran yang berani melawan Israel…”
Lho, tentu saja, saya pribadi jika hidup ditahun 1973 tentu mendukung Saudi dan turut mengecam Iran yang justru membantu langsung atau tidak langsung Israel…
Saya sendiri membuat dua tulisan khusus mengagumi dan memuji Raja Faisal sebab konsistensinya membela dan mendukung Palestina patut diacungi jempol, sampai dimuat di koran lho…

Tapi ketika terjadi perubahan peta geopolitik, dengan Iran yang kemudian anti Zionis dan Saudi yang malah beralih masuk ke dalam orbit AS… Tentu dukungan juga harus berubah….
Yang aneh, tetap memuja-muja Saudi meski jadi kacung AS dan tetap menghujat Iran meski saat ini Iran yang malah mengomandoi front perlawanan menghadapi arogansi AS dan rezim Zionis…
Jadi dasar suka dan bencimu apa?







Dasar benci dan sukanya apa kt junjungan wahabinya tadz….
setingannya gampang sekali:
cinta saudi benci iran,
tidak melihat mana yg benar dan mana yg salah
siapapun yang menjadi antek² zionis israel + AS, mau iran atopun arab, maka dia adalah pengkhianat islam!
Siapapun yang menjadi pengkhianat islam memiliki sifat nifaq & layak diperangi!
Arab Saudi perang lawan Israel memperebutkan wilayah spt semenanjung Sinai, berkali2 dan bertahun2 dg hasil kalah total sj dibangga2in, giliran Iran yg diembargo 47 tahun, perang mempertahankan wilayah sendiri dari kekuatan militer terkuat di dunia tp dg hasil kemenangan nyata, dinyinyirin … nggak sebanding tahu