Pak Presiden, tempe pakai kedelai impor, bukan pakai biji semangka. Masa gitu saja harus dikasih tahu?

Kalian semua yang ada di belakang presiden harus tanggung jawab. Kenapa presiden dikasih mikrofon? Coba lihat jadinya. Rupiah begini, dolar begini.

Orang, rakyat di desa nggak pakai dolar kok. Aduh, kacau ini, kacau. Untuk Bapak Presiden yang dihormati Bahlil, tolong ya, tolong jangan kebanyakan pidato.

Pusing saya dengarnya. Udah paling benar Bapak jauhi panggung, jauhi mikrofon, lalu dekati rakyat. Anjay.

Bapak bilang orang desa nggak pakai dolar. Jangankan orang desa, Pak. Orang kota pun kagak.

Tapi kalau dolar naik, orang desa juga kena dampaknya. Mau goreng tempe saja pusing, susah. Karena harga minyak naik, harga tempenya juga naik.

Karena tempe pakai kedelai impor, bukan pakai biji semangka. Masa gitu saja harus dikasih tahu? Rusak, rusak.

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Kok lama lama bapak ini makin keliatan o’on ya. Jika lihat latar belakang pendidikannya hebat , mantan jendral , pernah nulis buku yg banyak dibaca orang , orang tua ekonom terkenal , bahkan pengusaha juga. Tapi kok nggak ngerti efek dari kenaikan kurs dollar thp rupiah. Sebelumnya ada presiden yg kelihatan plonga plongo , tapi memang plonga plongo sih , wong Obligasi aja gak ngerti. Apa karena kelamaan berteman jadi ketularan.

  2. mana nih gerombolan Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI si af dan Anonim pendukung garis keras mbah Wowo aNTEK asing Gemoy omon omon⁉️
    Kalian masih tak paham kan dg kondisi riil dan ucapan junjungan kalian⁉️
    Dasar kalian gak ada AKAL‼️