
PABRIK KORUPTOR MBG
✍🏻Agustinus Edy Kristianto
Mencopot dan menahan Dadan Hindayana dkk adalah langkah bagus, tapi tidak cukup.
Masalahnya bukan cuma soal orang, tapi desain program MBG itu sendiri. Jika tak diubah secara radikal, MBG hanya akan menjadi seperti pabrik yang memproduksi makelar dan koruptor.
Saya pernah mendengar presentasi orang yang mengaku punya 40 titik MBG yang ditawarkan Rp250 juta per titik dan bagi hasil Rp500 per porsi kepada calon investor.
Ada juga seorang pemilik pabrik yang ditawarkan membuat sendok bebek untuk MBG dengan harga di bawah Rp1.500 per unit, padahal di e-katalog anggarannya Rp7.000.
Kasus Dadan adalah cermin paling nyata bahwa MBG seperti sekarang ini gagal. Keracunannya ada, korupsinya ada…
Sejauh ini saya tak melihat Presiden Prabowo Subianto meminta maaf kepada rakyat.
Setidaknya permintaan maaf itu perlu, sebab Presiden-lah yang memberikan Bintang Mahaputera Utama (Agustus 2025) kepada Dadan — yang dengan bintang itu sang ahli serangga kelak berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama.
Presiden pula yang kemudian memberikan Bintang Jasa Utama kepada Dadan (Februari 2026).
Dua penghargaan tertinggi negara, berturut-turut, kepada orang yang empat bulan kemudian menjadi tersangka korupsi.
Presiden Prabowo semestinya konsisten terhadap ucapannya sendiri:
“Tidak ada prajurit yang jelek. Hanya ada komandan yang jelek. Segala yang dilakukan, dan tidak dilakukan prajurit adalah karena komandannya.”
Saya mau bilang: segala kekacauan MBG yang berujung pada tiga pimpinan BGN menjadi tersangka korupsi — suka atau tidak suka — merupakan bentuk kegagalan Presiden Prabowo juga.
Pelajaran buat kita semua:
Suatu kebijakan publik yang baik tak cukup dibentuk hanya dengan koar-koar demi rakyat sambil menitikkan air mata.
Ia butuh perencanaan matang, riset yang solid, sasaran yang jelas, partisipasi publik, akal sehat, perhitungan rinci, pengawasan berlapis, moral pelaksana yang baik… dan tentunya Wapres yang agak cerdas!
Salam,
AEK
***







AF dan Makhluk-MAkluk hina itu cebokin dong TAI nya. Jilatin seperti biasa hobby lu.
“Sombong menerima kebenaran”…cuih…
anugerah bintang Mahaputra itu terburu2…ni orang jago bikin laporan ABS
Rencana sistematis untuk menciptakan chaos di Indonesia dan menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil diendus.
Langkah radikal Prabowo memotong anggaran siluman demi mendanai Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih telah memicu “gempa bumi” di kalangan elite korup. Kecewa karena kehilangan jatah proyek gaya lama, kelompok oposisi sakit hati bersama pasukan buzzer kini giat memproduksi kebencian untuk mendelegitimasi negara.
Pemerintah bersiaga menghadapi gempuran propaganda digital yang dirancang untuk mengadu domba rakyat. Jangan mau dihasut! Amankan barisan
https://www.facebook.com/reel/1652381286014464
Benar sekali, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) adalah pihak yang membentuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan mengangkat Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN yang pertama. Jokowi melantik Dadan di Istana Negara Jakarta pada 19 Agustus 2024
Para buzzer rezim dikerahkan membuat narasi² pembelaan tolol yang ga manuk akal di luar nurul yang membagongkan
buzzer nya disini masih juga nyalahin wiwi…padahal rakyat dah tahu ada deal politik antara jokodok dan wowo soal program mbg ini
dikiranya rakyat waras bodoh kayak mereka
jadi wiwi dan wowo itu sama…sama2 maling uang rakyat