✍🏻Dr. Tonang Dwi Ardyanto, Sp.PK(K)
Musim Haji 2025, beliau ini (Dahnil Anzar Simanjuntak -red) menjadi Sekretaris Amirul Hajj. Saya tidak tahu apakah dalam rangkaian tugas tersebut, beliau tidak sekaligus menunaikan ibadah haji.
Atau kalaupun sekaligus menunaikan ibadah haji, semoga beliau lakukan itu dengan niat penuh melakukan pengawasan, mengambil kebijakan dan bersiaga bila harus ada tindakan segera guna mendukung kelancaran ibadah haji.
Dari pengalaman tahun 2023 sebagai Jamaah Haji Reguler, memang saya juga mendapati beberapa petugas yang kurang komitmen. Pernah saya tuliskan secara khusus.
Beberapa bentuknya misalnya kurang perhatian ketika ada jamaah bingung sulit menentukan arah mau kembali ke hotel dan ketinggalan teman-temannya. Alasannya ketika saya tanya: bukan jamaah dari daerah saya.
Ada juga yang berlama-lama duduk di deretan jamaah sejak selepas Dhuhur sampai Isya, padahal dengan baju seragam. Barangkali memang tugasnya memantau. Hanya rasanya aneh kalau berseragam, duduk, berlama-lama.
Tetapi tentu, yang seperti ini adalah sebagian. Bahkan sebagian kecil yang kebetulan ditemui. Banyak dan jauh lebih banyak yang lain, petugas haji yang serius bertugas.
Saya dengar, Teman-teman petugas haji itu tetap fokus pada tugasnya. Ibadah haji dilakukan di sela-sela tugas, saat ada pergantian shift jaga. Ketika di rangkaian puncak, maka ibadah dijalankan melebur dalam menjalankan tugas. Misalnya saat mendampingi wukuf di Arafah, di Muzdalifah atau bermalam di Mina. Juga ketika mengawasi jamaah berjalan menuju dan kembali dari Jamarat.
Kita setuju bahwa petugas haji harus fokus pada tugas. Tidak boleh bergeser prioritas ke “ibadah haji”. Hanya ungkapan “nebeng” itu sebaiknya dihindari. Apalagi bagi yang sedang menduduki jabatan tinggi. Dengan maksud yang sama, dapat digunakan pilihan kata yang tegas, tapi tidak kehilangan makna.
Tegaskan saja bahwa menjadi petugas haji itu harus fokus pada tugas. Soal bisa sekalian beribadah, kita serahkan kepada Allah SWT.
Semoga demikian. Aamiin…







Komentar