Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi adalah contoh semestinya seorang diplomat. Ia menunjukkan kecerdasan pikiran, pengetahuan yang luas, keberanian, dan kebijaksanaan. Ia mengerti dan paham bahwa sedang mewakili dan melindungi bangsanya.
Bukan sedang berlatih menjadi menteri seperti di Konoha.
PROFIL
Seyyed Abbas Araghchi adalah Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran yang menjabat sejak Agustus 2024 di bawah pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian. Ia dikenal sebagai diplomat karier yang sangat berpengalaman.
Profil Singkat & Latar Belakang
- Kelahiran: Lahir di Teheran pada tahun 1962.
- Pendidikan:
- Sarjana Hubungan Internasional dari Fakultas Hubungan Internasional Kementerian Luar Negeri Iran
- Magister Ilmu Politik dari Universitas Islam Azad
- Doktor (Ph.D.) dalam Pemikiran Politik dari University of Kent, Inggris.
Perjalanan Karier Diplomasi
Araghchi memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di korps diplomatik Iran dengan berbagai peran strategis:
- Duta Besar: Pernah menjabat sebagai Duta Besar Iran untuk Finlandia dan Jepang.
- Posisi di Kementerian: Pernah menjabat sebagai Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Wakil Menteri Luar Negeri urusan Hukum dan Internasional, serta Wakil Menteri Luar Negeri urusan Politik.
- Negosiator Nuklir: Menjadi anggota inti tim negosiasi yang menghasilkan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada tahun 2013-2015.
- Sekretaris Dewan Strategis: Sebelum diangkat menjadi Menteri, ia menjabat sebagai Sekretaris Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran sejak 2021.
Gaya Kepemimpinan & Reputasi
Di kancah internasional, Araghchi sering digambarkan sebagai sosok yang tenang, penuh senyum, namun memiliki gaya komunikasi yang tajam dan tegas dalam membela kepentingan Iran. Media sering menyoroti kemampuannya dalam menggunakan platform media sosial seperti Twitter (X) untuk menyampaikan pesan-pesan diplomasi Iran secara langsung ke publik global.







Dalam hal pengangkatan pejabat publik , di era orba masih jauh lebih baik dibanding setelah era reformasi. Apalagi di sepuluh tahun terakhir banyak pejabat publik di isi oleh tokoh2 dari parpol bahkan buzzer yg tdk memiliki kompeten sama sekali.
kok bisa ya ? padahal dilakukan secara tertutup. Tapi kalo lewat partai ya berarti bagi bagi kursi,jabatan,kekuasaan, hanya bagi para pendukung nya saja.
iran dan Indonesia sama2 negara Islam, pejabat Islam,..tapi dari segi tampilan,. pejabat Indonesia maaf,..gak enak dilihat,.. padahal tentunya mereka termasuk orang kaya,. ekonomi mapan,..tapi macam orang yg kekurangan,..beda jauh dengan pejabat Iran ini..😅