MELURUSKAN DISINFORMASI “Peristiwa Pembantaian 30 Ribu Jamaah Haji Oleh Syiah Iran di Mekah tahun 1986-1987”

✍🏻M Maki

Peristiwa ini sebenarnya bermula dari ketegangan politik yang sudah lama menganga antara Iran dan Arab Saudi, terutama setelah Revolusi Iran 1979. Sejak awal 1980-an, tepatnya tahun 1981, jamaah haji asal Iran mulai rutin menggunakan momen ibadah haji untuk menggelar aksi demonstrasi. Mereka meneriakkan kecaman terhadap Amerika Serikat dan Israel—sesuatu yang oleh pemerintah Saudi dianggap sebagai pembawa politik ke tengah ibadah, yang seharusnya dijauhkan dari suasana haji.

Ketegangan itu terus membara selama beberapa tahun, dan puncaknya terjadi pada 31 Juli 1987. Hari itu, demonstrasi yang awalnya berlangsung damai tiba-tiba berubah ketika polisi Saudi berusaha memblokir jalur menuju Masjidil Haram. Entah bagaimana, dari situ muncul aksi saling lempar, lalu bentrokan fisik, dan dengan cepat semuanya meluas menjadi kekacauan. Sampai sekarang, cerita tentang siapa yang memulai masih simpang siur. Pemerintah Iran menyebut aparat Saudi melepaskan tembakan ke arah jamaah, sementara pihak Saudi bersikeras tidak ada tembakan, dan menyebut korban tewas akibat desak-desakan serta kekacauan massa.

Yang jelas, dari peristiwa itulah muncul catatan korban. Bukan puluhan ribu seperti yang kadang beredar di beberapa narasi, tapi berdasarkan data resmi pemerintah Saudi dan berbagai sumber sejarah, jumlah korban tewas berkisar antara 400 hingga 402 orang. Rinciannya, 275 di antaranya jamaah asal Iran, 85 orang petugas keamanan Saudi, dan 42 orang jamaah dari negara lain. Selain yang meninggal, ada sekitar 649 orang yang luka-luka akibat bentrokan dan kekacauan waktu itu.

Jadi klaim bahwa 30 ribu jamaah haji dibantai seperti SS di atas, itu sebenarnya tidak sesuai dengan fakta sejarah yang terdokumentasi.

Memang benar, insiden paling mematikan antara jamaah haji dan aparat keamanan di era itu terjadi pada tahun 1987, tapi skalanya tercatat sekitar 402 korban jiwa. Bukan pembantaian sepihak, melainkan bentrokan yang lahir dari gesekan politik yang sudah lama mengendap, lalu meledak di tengah kerumunan ribuan orang yang sedang menjalankan ibadah.

Syiah bukan islam tapi ibadah haji ?? 🤔

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar

  1. dukung iran konyol ? dukung zionist sama trump dong jadi-nya, baik dengna cara dukung atau netral … perang gini gak bisa netral

  2. pembantaian sunni di yaman dan suriah bukan hoax itu nyata dan milisi siah memerangi saddam hussein bersama sekutu juga bukan hoax, waspada takiah siah. 80persen lebih rudal jatuh ke negara teluk tp cuma 19persen lebih yg menuju israel.

  3. Si Tita, bicara diluar konteks saat ini…tidak ada hubungannya mendukung Iran saat ini dengan kerusuhan di Mekkah…Kalo mendukung Iran konyol…trus mmendukung zionis? GILA LO!

  4. tuh kalimat trakhir ga cucok utk mreka yg dah tenggelam hingga k dasar dlm propaganda prpecahan..

    Syiah bukan Islam tp ibàdah haji..!?

  5. Si titit ini akun hode pembela jokibul jokodok jokorup jokurap dan prabodoh prabawok secara membabi buta. Iran ☫ sekarang tak ganggu siapapun. Amerika 🗽 Serikat, Israel iya