Ada postingan yang mengatakan:
“Yakin kita gak mampu Haji ? Siapin hujjah kita dihadapan Allah kalau memang bener-bener gak mampu haji.”
Konon yang posting ini adalah pemilik travel haji dan umrah.
Dan saya banyak menjumpai kalimat yang senada.
Manteman, kalimat ini perlu diluruskan supaya tidak menyesatkan cara pandang orang terhadap ibadah haji.
Dalam Islam, ukuran wajib tidaknya haji itu jelas: istitha’ah (mampu). Ini bukan sekadar “punya niat” atau “dipaksa yakin bisa”, tapi benar-benar kemampuan yang diakui syariat.
Allah sudah tegas dalam Al-Qur’an (QS. Ali Imran: 97):
“Bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.”
Nah, MAMPU ini oleh ulama dijelaskan mencakup:
- Biaya (bukan sekadar cukup, tapi tidak mengorbankan kebutuhan pokok)
- Keamanan perjalanan
- Kesehatan fisik
- Tidak menelantarkan tanggungan (anak, istri, dll)
Jadi kalau seseorang masih punya tanggungan berat, harus berhutang untuk berangkat, atau kalau berangkat justru membuat keluarganya kesulitan, maka dia memang belum wajib haji, dan tidak berdosa.
Kemudian, kalimat “siapkan hujjah di hadapan Allah kalau merasa tidak mampu” di postingan tersebut, kog seolah-olah menekan orang agar merasa bersalah ya…
Padahal justru hujjahnya sudah jelas:
BELUM MAMPU = BELUM WAJIB
Ini penting ya manteman, karena kalau dipelintir orang bisa nekat berhutang demi haji. Atau merasa berdosa padahal tidak. Bahkan bisa membuka celah bisnis yang tidak sehat (memanfaatkan rasa takut orang).
Padahal dalam fiqih, kaidahnya jelas: Sesuatu yang belum wajib, tidak berdosa jika ditinggalkan.
Harusnya nasehat tentang kewajiban haji ditujukan kepada yang mampu tapi menunda tanpa alasan.
Jadi bukan semua orang ditarik ke posisi “harus merasa bersalah”.
Guru-guru fiqih saya, tidak ada yang pernah mengatakan semua orang wajib berhaji.
Bahkan guru-guru saya mengatakan: Tidak wajib bersusah payah menabung untuk haji. Kalau tiba-tiba dapat harta banyak, kaya, baru berhaji, karena itu wajib, berdosa kalau tidak. Tapi kalau tidak mampu, jangan memaksakan diri, apalagi sampai jual rumah, sawah, berhutang, untuk berhaji.
Dan saya tegaskan, ini bukan meremehkan orang yang berniat haji atau umrah. Justru niat itu mulia, dan semoga Allah mudahkan jalan bagi siapa pun yang ingin ke Baitullah.
Hanya saja, jangan sampai orang dipaksa merasa berdosa padahal belum wajib. Jangan sampai oang nekat berhutang demi berangkat haji. Atau ibadah yang harusnya dijalankan dengan tenang, malah jadi beban karena sepulang haji harus bayar cicilan.
(Nur Fitriyah As’ad)







mereka kehilangan masukan….
biasalah antek bin saud….
Byk juga ustadz2 travel haji.& umroh yg nyampein dalil seolah2 umroh itu wajib. 😃
Nabung sedikit-sedikit
jelas lah mereka posting begitu, khawatir pemasukannya susut
sawah tdk dibawa mati…
jika dijual utk bekal haji, insyaallooh justru menjadi bekal di akherat.
kalo korupsi haji gak takut 🙈 dosa ya? 🤣 sampai ada yang nipu jemaah haji gagal berangkat