KENAPA SHALAWAT PASTI DITERIMA?

KENAPA SHALAWAT PASTI DITERIMA?

Semua amal ibadah bisa diterima atau ditolak, kecuali shalawat, pasti diterima. Sebagian ulama ahli makrifat berkata:

إِنَّ الصَّلَاةَ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ مَا تَحْتَاجُ إِلَى شَيْخٍ وَلَا حُضُورٍ

Sesungguhnya bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ tidak membutuhkan bimbingan guru dan tidak membutuhkan kekhusuk-an saat membacanya.

Ibadah shalawat tidak menjadi batal pahalanya karena sifat riya (ingin dipuji). Hal ini dikarenakan apa?

لِسُرُورِ الْمُصْطَفَى

Karena shalawat itu menggembirakan baginda Nabi yang terpilih (Al-Musthafa).

Sebab, siapa saja yang bershalawat kepadanya, maka Nabi ﷺ akan merasa gembira, dan pahala menggembirakan Nabi ﷺ itu tidak ada satu pun yang dapat menandinginya.

Hal ini bisa dianalogikan seperti orang yang bersedekah. Sedekah memiliki dua sisi pahala:

1. Pahala esensi sedekah itu sendiri; yang tidak akan didapatkan kecuali dengan niat yang ikhlas.

2. Pahala membahagiakan saudara-mu; pahala menyenangkan hati orang lain ini tidak akan batal meskipun ada sifat riya.

Wal Hashil: Membaca shalawat pasti berpahala meskipun tidak ikhlas, karena shalawat dapat menyenangkan hati Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ.

Sumber: Kitab Al Manhaju Sawi hal 714.

(Gus Dewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar