Kalau Pertalite naik, tamatlah sudah alkisah wowo dan bolu ketan


Kenapa Pertalite ditahan mati-matian harganya padahal BBM yang lain naik gila-gilaan?

Karena kalau Pertalite naik, chaos 98 pasti akan terjadi.

Yang akan meletuskan bubble kemuakan masyarakat hanyalah Pertalite.

Karena harga Pertalite lah yang akan dirasakan secara langsung dan merata oleh semua kalangan.

Bahkan pendukung 02 sekalipun.

Masyarakat belum terlalu ngeh dengan kenaikan suku bunga.

Orang kaya senang karena SBN mereka cuan.

Warga menengah mengeluh karena KPR mereka makin berat.

Warga bawah gak merasakannya langsung.

IHSG dan Rupiah juga begitu. Belum merata dan efeknya belum langsung.

Tapi kalau Pertalite berubah, tamatlah sudah alkisah wowo dan bolu ketan.

(@sibambaang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 komentar

  1. chaos aja yuk, abis chaos langsung recovery.
    kalo disabar-sabari mulu, mau sampai kapan? yang ada penderitaan berkepanjangan.

      1. ya karena masyarakat banyak yg BODOH seperti kamu. Memilih pemimpin tak berkualitas, terus dibela mati²an, disembah tanpa mau mendengarkan kritik masyarakat. Paham kau ANONim (Akal Nol, Otak miNim) BabRun⁉️🤣

        1. Berisik amat ya….

          dah sana gulingkanlah biar puas.
          klo perlu langsung naikin yg dianggap cocok

          silahkan menikmati euforia dan kegembiraan jangka pendek, karena “yg dianggap cocok” pasti akan ambil utang dan nurut IMF… Kenapa?
          karena dia pasti pilih main aman dan tidak bakal berani ambil resiko dihujat, dituding gagal dan dianggap tidak becus….

          ambil utang, tinggal ikuti saja apa² yang mereka dikte-kan.

          pake duitnya untuk buka keran impor yang bakal mereka kasih diskon besar di awal, buka pasar bebas, stop subsidi pupuk petani, stop buka lahan = stop swasembada pangan dan energi, stop B-50, stop MBG, stop kopdes, stop hilirisasi, stop atur² perdagangan sawit dan tambang, stop proyek² mobil nasional Pindad, stop proyek PLTS, stop beli alutsista, dst.

          rakyat hobi pinjol, kok pemerintah malah tolak duit IMF, jelas nggak cucok… 😁

          https://www.facebook.com/reel/869969482793935

          1. Wkwkwkwkwk…si Aris WijayanTOLOL/af/ANONim (Akal Nol, Otak miNim) sudah ganti lagi nama baru yg menggambarkan keTOLOLANnya!!!!😂🤣😂🤣

    1. APakah SAMA Orang yang Tahu Dengan Orang yang tidak tahu (bodoh) ?

      pengusaha Indonesia yang ikut dalam pertemuan di Paris, 28 Mei 2026 dan kemudian membentuk 𝗙𝗿𝗮𝗻𝗰𝗲–𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗛𝗶𝗴𝗵-𝗟𝗲𝘃𝗲𝗹 𝗕𝘂𝘀𝗶𝗻𝗲𝘀𝘀 𝗖𝗼𝘂𝗻𝗰𝗶𝗹 (𝗙𝗜-𝗛𝗟𝗕𝗖)

      Prabowo bukan hanya Presiden sebuah negara dengan penduduk 280 jt jiwa tapi juga CEO, marketing dan salesman juga
      Ini bukan gimmick tapi Kebutuhan zaman, bedah tugas nya

      1. Kepala Negara = Jaga kedaulatan + konstitusi
      Ini jobdesk dasar. Tandatangan UU, panglima tertinggi TNI, jaga NKRI.Nggak ada tawar.

      2. CEO = Set strategi + putuskan arah investasi.
      Presiden sekarang kayak CEO holding “PT Indonesia Tbk”.

      Kalau CEO-nya bingung arah, BUMN + kementerian pada jalan sendiri-sendiri.

      3. Marketing = Jual “Brand Indonesia” ke dunia.
      Kerjaannya bikin investor nggak takut masuk.

      Tanpa marketing, investor pilih Vietnam/India yang lebih berisik promosinya.

      4. Salesman = Tutup deal + teken kontrak
      Ini yang paling kelihatan Uni. Foto Paris tadi buktinya.

      a.. Salesman nggak bisa diwakilin : Macron mau beli nikel + jual Rafale, dia mintanya ngomong langsung sama Presiden. Nggak mau sama menteri. Karena cuma Presiden yang bisa janji “kebijakan nggak berubah 10 tahun”.
      b. Salesman bawa katalog + tim : Ke Paris bawa Tony Wenas, Simon Pertamina, Anindya Bakrie. Itu “tim sales”. Presiden yang presentasi, mereka yang jawab teknis.
      c. Salesman tutup order : “Deal Rafale 42 unit”, “Investasi baterai 10 miliar dolar”. Kalau nggak ada Presiden yang nge-push, negosiasi menteri bisa 5 tahun nggak kelar.

      Kenapa 4 topi ini wajib sekarang?
      Karena “ancaman jangka panjang China”

      nggak bisa dilawan sama pidato doang.

      Di 2026, presiden yang diem di istana = negara kalah saing.
      Prabowo paham ini. Makanya seminggu bisa ke Paris ketemu Macron, minggu depan ke Beijing ketemu Xi, minggu depannya ke Riyadh ketemu MBS. Capek iya, tapi itu kerja salesman.

      “Pertahanan kuat” dan “lawan dominasi ekonomi China” = nggak akan kejadian kalau Presiden nggak mau turun jadi salesman. Karena yang teken kontrak 10 miliar dolar ya dia.

      model presiden “salesman” ini yang paling cocok buat Indonesia sekarang dibanding model presiden “simbol negara” aja?