Jelang demo besar-besaran di kantor Gubernur Kaltim, tiba-tiba Pemprov Kaltim undang Ormas 400 orang, ada uang saku Rp 105ribu per orang

Beneran jorok cara mainnya Gubernur kaltim. Begitu tau ada jadwal demo, langsung gerak duluan menyantuni para anggota Ormas. Terang-terangan banget cara mainnya, padahal biasanya yang beginian dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Takut bernasib seperti Bupati Pati Sadewo yang didemo rakyatnya besar-besaran?

Menjelang rencana aksi demonstrasi besar pada 21 April 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengundang ratusan organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk menghadiri acara silaturahmi.

Berikut adalah poin-poin utama terkait situasi tersebut:

  • Undangan Silaturahmi: Kesbangpol Kaltim mengeluarkan surat bertanggal 11 April 2026 yang mengundang pengurus ormas untuk kegiatan “silaturahmi dan coffee morning” pada Senin, 13 April 2026 di Samarinda.
  • Tujuan Resmi: Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan dan meningkatkan sinergi antara pemerintah provinsi dengan ormas. Setiap organisasi diminta mengirimkan tiga perwakilan inti (Ketua, Sekretaris, dan Bendahara).
  • Uang saku peserta: Dalam surat tersebut tercantum kebutuhan untuk uang saku/transport peserta sebesar Rp 105.000 per orang.
  • Sorotan Publik: Momentum undangan ini menjadi perhatian karena dilaksanakan hanya sekitar sepekan sebelum rencana Demo Akbar 21 April oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat (APM) Kaltim.

Rencana Demo Besar 21 April 2026

  • Massa: Diperkirakan melibatkan lebih dari 4.000 hingga 5.000 orang dari puluhan organisasi.
  • Lokasi: Aksi dijadwalkan berlangsung di depan Kantor Gubernur Kaltim dan Gedung DPRD Kaltim.
  • Tuntutan: Massa menyoroti isu politik dinasti, transparansi APBD (termasuk anggaran renovasi rumah dinas Rp25 miliar), serta praktik KKN.
  • Respons Pemerintah: Pihak Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kondusivitas daerah di tengah eskalasi rencana aksi tersebut.

Kontroversi Gubernur Kaltim Rudy Masud

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, tengah menjadi sorotan publik akibat sejumlah kebijakan dan gaya hidup keluarganya yang dinilai kontroversial.

Berikut adalah rincian utama kontroversi tersebut:

Mobil Dinas Mewah seharga Rp8,5 Miliar:
Pengadaan mobil operasional gubernur senilai Rp8,5 miliar memicu kritik tajam karena dianggap tidak menunjukkan efisiensi anggaran. Setelah mendapat tekanan publik, Rudy Mas’ud akhirnya meminta maaf dan memutuskan untuk mengembalikan mobil tersebut serta menggunakan kendaraan pribadi untuk operasional.

Renovasi Rumah Dinas senilai Rp25 Miliar:
Anggaran jumbo untuk renovasi rumah dinas jabatan gubernur sebesar Rp25 miliar menjadi perdebatan karena nilainya yang dianggap terlalu besar di tengah semangat penghematan anggaran daerah.

Anggaran Tim Ahli Rp10,5 Miliar:
Muncul kritik terkait alokasi dana sebesar Rp10,5 miliar yang diperuntukkan bagi tim ahli gubernur, yang dinilai memberatkan anggaran daerah.

Gaya Hidup Mewah Keluarga:
Penampilan istri gubernur, Sarifah Suraidah, sering menjadi sorotan di media sosial karena dianggap menampilkan gaya hidup yang terlalu mewah atau “hedon”.

Isu Dinasti Politik

Dinasti politik di Kalimantan Timur (Kaltim) 2025-2030 menyoroti keluarga besar Rudy Mas’ud (“Bani Mas’ud”) yang menduduki berbagai posisi strategis. Rudy Mas’ud menjabat Gubernur Kaltim, sementara istrinya, Syarifah Suraidah, anggota DPR RI, kakaknya, Hasanuddin Mas’ud, Ketua DPRD Kaltim, dan kakak lainnya, Rahmad Mas’ud, Wali Kota Balikpapan.

Poin-Poin Utama Dinasti Politik Keluarga Mas’ud (2025-2030):

  • Gubernur Kaltim: Rudy Mas’ud (Partai Golkar).
  • Ketua DPRD Kaltim: Hasanuddin Mas’ud (Kakak Rudy, Partai Golkar).
  • Wali Kota Balikpapan: Rahmad Mas’ud (Kakak Rudy, 2 periode: 2021-2024 & 2025-2030).
  • Anggota DPR RI (Dapil Kaltim): Syarifah Suraidah (Istri Rudy, Partai Golkar, menggantikan posisi Rudy di DPR RI).
  • Lainnya: Anggota DPRD Kaltim lainnya dari keluarga Mas’ud (Syahariah Mas’ud) dan mantan Bupati Penajam Paser Utara (Abdul Gafur Mas’ud – adik Rudy, tersangkut kasus KPK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar