Indonesia hanya mengutus Dubes untuk menghadiri pemakaman Ali Khamenei, Beda saat Paus meninggal. ADA APA?

Indonesia hanya mengutus Dubes Indonesia untuk Iran menghadiri pemakaman Ali Khamenei.

Tak ada pejabat tinggi yang datang khusus dari Jakarta menghadiri prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Beda saat Paus meninggal, Presiden mengutus delegasi khusus mewakili Indonesia.

Saat itu, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Presiden RI ke-7, Joko Widodo, untuk memimpin delegasi khusus menghadiri pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan. Acara ini berlangsung di Lapangan Basilika Santo Petrus pada Sabtu, 26 April 2025.

Selain Jokowi, utusan khusus yang dikirim mencakup tokoh-tokoh berikut:

  • Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai
  • Wakil Menteri Keuangan, Thomas Aquinas Djiwandono
  • Ketua Panitia Penyambutan Paus Fransiskus, Ignasius Jonan

Delegasi tersebut membawa surat pribadi dari Presiden Prabowo yang berisi pesan belasungkawa mendalam dari pemerintah dan rakyat Indonesia atas wafatnya pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma tersebut.

Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan ada apa dengan Indonesia?

Publik berasumsi bahwa ini tidak lain karena ketakutan Indonesia kepada Amerika Serikat. Iran sebagai musuh Amerika, Indonesia kuatir ‘dipelototin’ oleh Amerika.

Wajar bila publik punya opini liar seperti itu. Sejak awal perang AS-Israel vs Iran, Indonesia sudah mingkem tak berkomentar atas serangan bodoh dan brutal AS dan Israel ke Iran.

Indonesia menjaga jarak dengan Iran . Kita liat negara lain termasuk India-sohib Israel-ikut mengirimkan delegasi ke Teheran.

Ya sudah, ini resiko bangsa ini memilih Presiden yang terlalu banyak kuatir dan takut dengan tekanan Amerika. Takut akan di Maduro-kan, takut ditekan dengan tarif, takut dengan hal-hal yang remeh tapi di anggap besar. Sehingga politik luar negeri kita sudah tak bebas dan tak aktif.

Saat pidato paling kenceng teriak antek-antek asing, tapi perilakunya malah mengindikasikan kuat takut sama AS Trump.

Sampai kapan ketakutan dipelihara?

(Maria A. Alkaff)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 komentar

  1. Bukan rakyatnya yg takut tp pemimpinnya yg takut karna disini smua pemimpin mental jongos penjilat gila harta tahta wanita

    1. @?.. ciiee ciiee.. negara ga penting.. ampe US yg “superpower” ama isn’t real yg “katanya” trhbat dikawasan gabung nyerang “negara ga penting”..
      🤭😁😂🤣

    2. saat jokodok ke vatikan…itu jurus menghindari hadir di persidangan…kan dia raja tipu2…banyak alasan supaya bisa mangkir ke persidangan salah satunya ya ke vatikan saat itu

  2. napasi drun terguncang amat kayanya ngarep bgt pejabat tinggi wakanda harus ngelayat, apa semacam hari perayaan karbala kah pentingnya apa gimana

        1. @?.. udah abang confirm kh ama org istana klo maren hadir d Vatikan kerna sebab yg abang sebutkan..!?
          ☝🏻👇
          kmungkinan besar belum kn bang..!! coz prkiraan ane abang cuma bisa ampe depan pagar gerbangnya aj..!!
          😁🤭
          bcanda bang.. jgn marah y.. bole kn bcanda..!!
          ✌🏻😊