Pemakaman Terbesar di Dunia, Lebih dari 10 Juta Orang Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

Ini salah satu pemakaman terbesar di dunia….

Lebih dari 10 juta orang, termasuk perwakilan dari lebih dari 100 negara, hadir di Teheran untuk pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang tewas bersama anggota keluarganya pada awal perang AS-Israel di Iran.

Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, secara resmi telah dimulai di Teheran dengan kehadiran massa yang sangat masif serta perwakilan dari berbagai belahan dunia.

Berikut adalah fakta-fakta kunci terkait peristiwa tersebut:

Jumlah Pelayat dan Delegasi Internasional

  • Jumlah Massa: Lebih dari 10 juta orang diperkirakan memadati jalanan Teheran dan rangkaian prosesi ini untuk memberikan penghormatan terakhir. [1, 2]
  • Delegasi Asing: Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi kehadiran perwakilan, tokoh agama, pejabat tinggi, serta kepala negara dari lebih dari 100 negara. Beberapa di antaranya termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, serta delegasi besar dari Turki. [1, 2, 3, 4]

Penyebab Kematian

Ayatollah Ali Khamenei tewas pada usia 86 tahun bersama beberapa anggota keluarganya (termasuk putri, menantu, dan cucunya) akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada tanggal 28 Februari 2026. Serangan tersebut sekaligus menandai dimulainya eskalasi perang terbuka antara AS-Israel dengan Iran.

Alasan Penundaan Pemakaman

Meskipun wafat pada akhir Februari, upacara pemakaman baru dilaksanakan beberapa bulan kemudian karena beberapa alasan utama:

  • Situasi Perang: Konflik militer yang terus berkecamuk membuat situasi keamanan di Teheran tidak kondusif untuk menggelar acara berskala masif. [1, 2]
  • Keamanan & Logistik: Pemerintah Iran membutuhkan waktu lama untuk mempersiapkan infrastruktur pengamanan demi mengantisipasi risiko serangan susulan atau insiden desak-desakan massa. [1, 2]
  • Negosiasi Gencatan Senjata: Rangkaian pemakaman baru diumumkan setelah adanya kemajuan diplomasi, termasuk Memorandum of Understanding (MoU) antara Iran dan AS yang dimediasi oleh Pakistan untuk menghentikan permusuhan. [1, 2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

    1. @?.. ane ga denger kata “dog” ato “najis” saat pemuka katolik dahulu wafat..
      ☝🏻👇
      ane dengernya skarang.. saat saudaranya sendiri wafat.. “akhlaq” sptnya dah mencapai batas max..
      😵‍💫😵
      jgn mnyerah.. truslah “mnyampah”.. sampai tuhan membalas “sampahmu” nanti..
      🫵🔥