Trump: Saya terkejut melihat warga Iran menangis di pemakaman Khamenei, karena saya pikir orang-orang membencinya
Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan tersebut dalam wawancara telepon dengan Axios pada hari Sabtu, 4 Juli 2026. Trump mengaku terkejut melihat warga Iran menangis di pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei karena ia mengira rakyat Iran membencinya. Ia bahkan berspekulasi bahwa luapan kesedihan tersebut bisa saja merupakan “air mata palsu”.
Wawancara tersebut mencakup beberapa poin krusial berikut:
- Skeptis Terhadap Kedukaan Warga: Trump terang-terangan mempertanyakan keaslian emisi emosional jutaan pelayat yang berkumpul di Tehran.
- Klaim Mampu Menyapu Bersih Pemakaman: Trump memantau jalannya prosesi pemakaman dan sesumbar bahwa militer AS bisa saja melenyapkan seluruh kepemimpinan Iran yang berkumpul di sana dengan “satu tembakan”. Namun, ia menyatakan tidak akan melakukannya karena jika semua tewas, tidak akan ada lagi orang yang tersisa untuk diajak bernegosiasi.
- Jeda Konflik “Satu Minggu”: Trump mengeklaim pihak AS dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata sementara. Ia secara berseloroh menyebut AS memberikan Iran “waktu libur satu minggu” agar prosesi pemakaman Khamenei selesai tanpa ada aksi saling tembak.
- Posisi Negosiasi: Menurut Trump, pihak Iran saat ini sedang “mengemis” dan sangat ingin mencapai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat setelah ketegangan perang yang terjadi. Kesepakatan teknis tersebut dijadwalkan kembali dilanjutkan setelah rangkaian pemakaman usai.







Trump mau bertaruh kalau kau Yang mati dibom pasti rakyatnya Dan Seluruh Dunia akan bersuka ria … ayo trump sy berani bertaruh
TRUMPET> SAKIT JIWA
kalau disini…presidennya mengira rakyatnya suka sama dia…tapi ternyata sangat muak dgn nya