Beberapa hari terakhir muncul sentimen “Sell Indonesia” di kalangan investor global menurut laporan terbaru Bloomberg dan The Straits Times. Istilah ini mencerminkan aksi investor global yang ramai-ramai mengurangi eksposur dan menjual aset Indonesia, mulai dari saham, obligasi, hingga mata uang rupiah.


Berikut adalah poin-poin penting mengenai fenomena ini:
Dampak Langsung di Pasar Keuangan
- Kejatuhan IHSG: Indeks saham acuan Indonesia anjlok hingga 37% dari rekor tertingginya lima bulan lalu. Penurunan ini menjadikannya salah satu kinerja bursa saham terburuk di dunia tahun ini.
- Pelemahan Rupiah: Mata uang rupiah melemah lebih dari 7% tahun ini dan sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS, menjadikannya salah satu mata uang terlemah di Asia.
- Capital Outflow Masif: Investor asing menarik dana investasi (capital outflow) dari obligasi pemerintah (SBN) sebesar Rp86 triliun (sekitar US$4,8 miliar) sejak Agustus lalu.
Faktor Pemicu Utama
- Kekhawatiran Kebijakan Populis: Pasar merespons negatif peningkatan peran negara dalam ekonomi dan agenda belanja besar di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, seperti program MBG.
- Mundurnya Tokoh Kunci: Kehilangan figur mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dinilai mengurangi kepastian pasar terhadap komitmen disiplin anggaran dan kredibilitas fiskal konservatif Indonesia.
- Intervensi Ekspor Komoditas: Langkah pemerintah mengambil kendali langsung atas ekspor komoditas utama demi menekan penghindaran pajak memicu aksi jual massal saham-saham perusahaan eksportir.
Pandangan Masa Depan
Sikap Wait and See: Mayoritas investor besar saat ini memilih posisi defensif atau wait and see sampai pemerintah memberikan bukti nyata terkait konsistensi fiskal demi mengembalikan kepercayaan pasar global.
Salah Siapa?
“Kalau sekarang ekonomi hancur bukan karena serangan asing, tapi karena Presiden sangat tidak kompeten, nol besar,” kata Ahmad Tsauri, seorang pengusaha kecil.
“Jadi Prabowo akan terus dibiarkan berpidato sampai dolar setara 22.000 dan IHSG kembali ke 3000 era Megawati,” sentilnya.
“Ini ekonomi rusak karena Prabowo sangat tidak kompeten, bebal, denial, angkuh, arogan dan tidak tahu kebutuhan rakyat. Semoga dia tidak sampai akhir bulan atau bulan depan. Indonesia akan tambah ancur dengan program-program t*inya itu,” pungkasnya dalam postingan di akun fbnya.







sibuk mencari kesalahan orang lain dengan berbagai tuduhan tololl, padahal dirinya BEANGKEROK keparat 👹👺
bebal 😂😂😂😂
( af rasis pasti ga terima ini )
waduuuh…. jadi ga enak ati ma af Rasis. sorry ya bro 🙏 faktanya emang begono. sudahlah…. insyaf… taubat, banyakin istighfar sblm di tampol Izroil 🤫