Dulu, kuliah di kampus negeri itu tidak susah-susah amat. Sepanjang anaknya memang mampu otaknya, bahkan kalaupun orang tuanya petani, PNS pangkat rendah, pegawai bawah, buruh, dia tetap bisa kuliah.
Dulu, SPP itu simpel dan sama rata. Dan jelas kuliah di negeri LEBIH MURAH dibanding swasta.
Hari ini, situasi jauh lebih rumit. Biaya kuliah di kampus negeri meroket.
Dan pemerintah selalu berlindung dibalik argumen: “Tapi kan masih ada UKT 500.000-1 juta. Tapi kan IPI (Iuran Pengembangan Institusi/uang gedung) itu tidak semua mahasiswa baru dikenakan.”
Argumen ini rapuh sekali. Karena faktanya, yang kebagian jatah UKT 500.000- 1jt itu paling 10%. Sisanya, mayoritas dihajar dengan UKT tinggi, dan tentu saja dihajar IPI.
Kampus-kampus semakin kreatif dengan berbagai jalur masuk, dus, masuk kuliah itu lebih mirip “tinggi-tinggi-an” bayar sumbangan. Silahkan dipilih, mau IPI berapa? 200 juta?
Dengan fakta-fakta ini, yang tersisa adalah pertanyaan mengenaskan: anak siapa yang besok-besok bisa kuliah di kampus negeri?

Silahkan lihat tabel. Keluarga dengan 2 anak, dan dua-duanya kuliah di kampus negeri. Dari sini saja, total biaya kuliahnya 12 juta/bulan. Crazy.
Tapi kan tapi kan ada UKT 500.000, bebas IPI?
Duuh, jika orang tua mu punya slip gaji 10 juta ke atas, kamu ngimpi dikasih UKT rendah. Maka terjepitlah keluarga serba tanggung.
Mereka tidak miskin-miskin amat, jadi lupakan UKT rendah, bebas IPI, KIP dkk.
Tapi saat dikenakan IPI dan UKT kelas menengah, itu keluarga jelas ngos-ngosan.
20 tahun terakhir, negara benar-benar TIDAK hadir dalam urusan kuliah ini.
- Jangankan kuliah, bahkan pendidikan dasar saja kacau balau.
- Jutaan ruang kelas sekolah rusak.
- Puluhan ribu sekolah-sekolah tetap mungut iuran uang komite.
- Guru-guru honorer nelangsa. Jangan tanya fasilitas mengajar. Perpus?
Kita itu betulan mau menaikkan kualitas pendidikan atau nggak sih?
Atau pemerintah memang hanya akan sibuk dengan proyek, proyek, proyek.
Berlagak paling peduli dengan pendidikan, tapi sebenarnya proyek memperkaya kelompok tertentu saja.
Lihatlah tabel ini, my friend. Anak-anak kamu bisa kuliah di kampus negeri tidak besok? UI, ITB, UGM, dkk?
Atau pada akhirnya, terpaksa kuliah di swasta-swasta murah meriah, yang penting kuliah.
(Tere Liye)







dana MBG ga taunya dibeliin mobil, motor impor , sepatu, kaos kaki, semir sepatu
ya salam…
Itu dulu waktu presidennya punya visi pendidikan…sampai membuat SD inpres, instruksi presiden. Kalau presiden punya visi investasi jangka panjang, harusnya waib belajar 12 tahun dijalankan.
Mana nih komennya si SUPER DUPER GUOBLOKKKK Anonim BabRun pendukung garis keras mbah Wowo aNTEK asing Gemoy omon omon⁉️ Pasti dong kau tak mampu mencerna tulisan sederhana ini kan⁉️🤣😂😜🐷
Tapi dibilang GOBLOK kau tak mau, dibilang IQ jongkok 78 juga tak mau…
Dasar GUOBLOKKKK lu‼️
Pendidikan hanyalah salah satu aspek yg dirusak oleh pemerintahan Jokodok latnatullah di samping aspek-aspek kebangsaan yg lain. Kemudian pemerintahan si bidji satu (The One Ball Regime) menyempurnakan kerusakan-kerusakan itu, dimulai dengan memilih Fufufafa yg dongok sebagai Cawapres, kemudian berlanjut dengan proyek MBG, KMP dan lain sebagainya.
sebenernya bisa dimanfaatkan bidikmisi atau kjp bagi yg ga mampu
Benar sekali, ini terjadi pada saya dan anak, dengan harapan masuk negeri lebih ekonomis, kenyataannya berbeda jauh dengan ekspetasi, mulai dari UKT/SPP, Seragam (Praktik, Rindam), ongkos pulang pergi.
Indikasi dengan konsep BLU yang ada di PTN membuat masing masing berlomba lomba mendapatkan keuntungan setinggi-tingginya, walau dengan alasan flexibelitaslah dan dapat mengangkat pegawai tetap Non-PNS
tinggal hitung2an.. saat skolah2 negri.. kampus2 negri.. yg jd tumpuan kbanyakan rakyat makin turun kualitas & makin mahal.. gen yg trjadi akan sesuai.. gen yg kureng2..
👆👇
saat gen kureng2 diserap utk mngisi ruang2 pmerintahan.. yg trjadi jg akan sesuai.. pmerintahan yg..!?
😁😅
prabodoh ini hanya meniru diktator dan kkn nya soeharto, bukan kebijakan pro rakyat nya
krn “mrk” tahu klo lulusan univ adl calon pemimpin masa depan, mknya dimahalin agar jatuh dikalangan “mrk” sendiri….